Ahli Waris Ngotot Dibayar Sesuai Putusan MA – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Ahli Waris Ngotot Dibayar Sesuai Putusan MA

BKM/AGUS BURHAN SENGKETA -- Kawasan Bandara Mengkendek Kabupaten Tana Toraja yang kini masih menjadi sengketa antara ahli waris Puang Sesa Bonde dengan Pemkab Tana Toraja.

MAKALE, BKM — Ahli waris dari keluaga Puang Sesa Bonde ngotot meminta bayaran Rp 15 miliar sesuai dengan putusan Mahkama Agung (MA) RI terkait kasus ganti rugi lahan Bandara Mengkendek.
Permintaan ini terkuak saat dilakukan mediasi penggugat interfensi pembebasan lahan bandara di Aula Kantor Bupati Tana Toraja, Senin (17/10). Agenda mediasi berjalan alot dan dipimpin Bupati Tana Toraja Nico Biringkanae dan moderator Wabup Victor Datuan Batara.
Ahli waris Boby Andi Lolo yang merupakan keturunan Puang Sesa Bonde kepada BKM Senin (17/10) di Makale menegasan pihak Pemkab kalah dalam perkara ini dan hendaknya lebih serius dan mematuhi putusan MA.
Menurutnya, pihaknya mendukung penuh kehadiran Bandara Mengkendek dan tidak ada yang menghalangi. Hanya saja hak-hak para ahli waris harus dihormati berdasarkan putusan MA yang sudah inkra.
”Kami tidak akan terima kalau Pemkab membayar ganti rugi tidak sesuai dengan putusan MA yakni Rp 15 miliar, ”tegas Boby.
Hal senada disampaikan kuasa hukum ahli waris Puang Sesa Bonde Pither, Ponda Barany. Dia mengaku salut dan memberikan apresiasi atas upaya Pemkab dalam menyikapi secara bijak putusan MA.
”Hanya saja eksekusi itu harus disikapi sesuai putusan MA,” singkat Pither Ponda.
Pihak ahli waris juga menolak rencana Pemkab yang akan menyatukan pembayaran pembebasan lahan yang telah dilakukan sebelumnya senilai Rp 8 miliar kepada para pihak yang hanya mengklaim memiliki tanah tapi nyata tidak memiliki tanah yang kini jadi objek sengketa.
”Dulu tim 9 pernah membayarkan biaya pembebasan lahan Rp 8 miliar tapi itu diduga salah saran. Hak kami sesuai putusan MA, Pemkab wajib membayar Rp 15 miliar tanpa harus dikaitkan dengan pembayaran pertama. Karena tidak menerima sepersen pun dari dana tersebut,” tegas Boy.
”Jadi ini sebenarnya hanya masalah komunikasi saja. Kalau komunikasi Pemkab bagus masalah bisa selesai secepatnya,” tambahnya. (gus/C).

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top