Zat Berbahaya Lauk Ayam Picu Keracunan Massal – Berita Kota Makassar
Headline

Zat Berbahaya Lauk Ayam Picu Keracunan Massal

MAKASSAR, BKM — Keracunan massal yang terjadi setelah mengonsumasi makanan di hajatan pesta pengantin di Lorong VII Jalan Banta-bantaeng, Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini ternyata dipicu zat berbahaya yang terkandung dalam lauk ayam yang disajikan.
Tim Biodokkes Polda Sulsel memastikan makanan yang mereka konsumsi tidak mengandung racun. Hanya saja ada campuran bahan makanan tersebut yang mengandung zat berbahaya.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polrestabes Makassar, Kompol H Burhanuddin, menjelaskan pihak Biodokkes telah mengambil sampel makanan dan minuman dari rumah yang menggelar pesta pernikahan. Selanjutnya dilakukan uji laboratorium.
”Sampel makanan dan minuman tersebut tidak mengandung racun. Tapi ada bahan yang dicampurkan mengandung zat berbahaya. Namanya zat nitrit. Itu terdapat pada lauk ayam,” terang Burhanuddin, Senin (17/10).
Dijelaskan, bahan makanan yang mengandung zat nitrit itu di atas normal (0,3). Jika dikonsumsi oleh manusia yang memiliki kekebalan tubuh lemah, bisa mengakibatkan muntah-muntah serta mual-mual.
”Makanya, makanan harus dipanasi. Bila makanan ditutup dalam jangka waktu lama, maka zat nitritnya akan naik,” jelasnya.
Terpisah, Prof Dr Alimin Maidin menjelaskan, zat nitrit merupakan bahwa pengawet dengan senyawa nitrogen yang reaktif. Zat ini berwarna putih sampai kekuningan, berbentuk bubuk atau granular dan tidak berbau. ”Berat jenisnya 2,17 (25oC) g/mL dengan kelarutan dalam air sebesar 820 g/L (20 oC) dan bersifat alkali (pH 9). Titik leleh sodium nitrit 271 – 281 oC, titik didih 320 oC, suhu bakar 510 oC, dan suhu penguraian > 320 oC. Natrium nitrit atau Sodium nitrit memiliki kerapatan 2,168 g/cm dan berat molekul 69,0 g/mol,” jelasnya
Zat ini, menurut Prof Alimin Maidin, memiliki sifat kimia yang mudah larut dalam air, bersifat higroskopis, teroksidasi oleh udara membentuk nitrat, terurai oleh panas mengeluarkan NOx dan Na2O. Bisa meledak bila kontak dengan sianida, garam ammonium, selulosa, litium dan tiosulfat.
”Peraturan pemerintah tentang mengatur penggunaan nitrit. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan menyatakan bahwa kadar nitrit yang diizinkan pada produk akhir daging olahan adalah 200 ppm (200 mg per kg bahan). Sedangkan USDA (United States Departement Of Agriculture) membatasi penggunaan maksimum nitrit sebagai garam sodium atau potasium yaitu 239,7 g/100 L larutan garam, 62,8 g/100 kg daging untuk daging curing kering atau 15,7 g/100 kg daging cacahan untuk sosis,” terangnya lagi.
Lebih jauh dijelaskan, bahan makanan yang mengakibatkan seseorang keracunan karena penggunaan senyawa nitrat dan nitrit sebagai pengawet dapat pula terjadi secara akut. Terutama jika kadarnya berlebihan. Selain dapat membentuk nitrosamin yang bersifat karsinogenik, nitrit merupakan senyawa yang berpotensi sebagai senyawa pengoksidasi.
Di dalam darah, nitrit dapat bereaksi dengan hemoglobin dengan cara mengoksidasi zat besi bentuk divalen menjadi trivalen kemudian menghasilkan methemoglobin.
“Oleh karena itu terjadi penurunan kapasitas darah yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, serta menimbulkan kondisi yang disebut methemoglobinemia. Selain itu, nitrit juga menimbulkan sianosis yang ditandai dengan munculnya warna kebiruan pada kulit dan bibir. Kadar di atas 25% dapat menyebabkan rasa lemah dan detak jantung cepat. Sedangkan kadar di atas 60% dapat menyebabkan ketidaksadaran, koma, bahkan kematian. Berbeda dengan kondisi pada orang dewasa normal yang dapat mengalami keracunan senyawa nitrat dan nitrit akibat konsumsinya yang melebihi batas yang diperbolehkan,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (16/10) malam puluhan orang dilarikan ke Rumah Sakit Faisal dan RS Labuang Baji akibat keracunan makanan. Mereka langsung mendapat perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Siang harinya mereka menghadiri resepsi pernikahan seorang warga di Lorong VII Banta-bantaeng. Dari seluruh undangan yang hadir, sebagian mengalami gejala keracunan seperti muntah dan mual sepulang ke rumah. Polisi dari Polsek Rappocini telah turun tangan mengusut kasus ini. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top