Berita Kota Makassar | Pemkab Mamuju Lestarikan Permainan Tradisional
Sulselbar

Pemkab Mamuju Lestarikan Permainan Tradisional

MAMUJU, BKM — Permainan tradisional secara bertahap mulai menghilang. Apalagi sejak munculnya smartphone yang menyediakan sarana game online gratis ditambah sosial media yang semakin berkembang. Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju melalui dinas pariwisata dan kebudayaan menyelenggarakan Manakarra Local Wisdom Festival Permainan Tradisional.
Acara ini berlangsung di Anjungan Pantai Manakarra, Minggu-Senin (16–17/10). Sejumlah permainan tradisional seperti mogasing, kalacang, moressu, layang–layang, tekka, jekka, mobang–bang, motaru, tenteng, biho, dan mosendal, dimainkan. Saat membuka acara tersebut, Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari, mengatakan, negara maju adalah negara yang tidak akan pernah meninggalkan nilai–nilai tradisional.
Tentunya, Irwan sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan dinas pariwisata yang bisa menambah hazanah budaya, meski tidak semua permainan ada. Dan bahkan sudah termodifikasi bukan murni permainan budaya yang sebenarnya. Seperti yang sudah diketahui, tambahnya, membandingkan permainan sekarang yang serba internet dilengkapi fasilitas modern dengan permainan tradisional yang diuji dari permainan tradisional adalah sebuah ketangkasan, keterampilan, kejujuran, rasa sportivitas dan yang dipupuk disitu adalah kebersamaan. Tapi lain halnya berbicara permainan modern seperti hidup di muka bumi sendirian. Sibuk dengan dirinya sendiri tanpa peduli siapa pun disekitarnya.
”Harapan saya, sebaiknya kepada guru–guru pengguna handphone khususnya ditingkat sekolah dasar harus dikendalikan. Meski orangtua membutuhkan itu sebagai alat memantau si anak. Setidaknya, handphone yang diberikan khusus untuk menelepon saja dan memberikan sesuatu ke anak sesuai porsinya,” tuturnya.
Acara tersebut juga dihadiri juga Ketua DPRD Mamuju, Hj Siti Suraidah Suhardi SE. MSi, sekretaris kabupaten Mamuju, perwakilan Kodim 1418 Mamuju, kepala dinas pariwisata dan kebudayaan, kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga, dan jajaran SKPD lainya. Mereka bernostalgia memainkan sejumlah permainan tradisional bersama para peserta festival ditingkat SD juga semakin menambah kemeriahkan festival yang berlangsung selama dua hari tersebut. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top