Berita Kota Makassar | Nilai Ekspor Sulsel Tiap Tahun Menurun
Bisnis

Nilai Ekspor Sulsel Tiap Tahun Menurun

MAKASSAR, BKM — Perkembangan nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) dari tahun ke tahun kian merosot. Ini tergambar pada realisasi selama Januari dan September 2016 dibanding periode yang sama tahun 2015, penurunannya mencapai 25,3 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, Nursam Salam, kepada wartawan di kantornya, Senin (17/10), mengatakan, penurunan ekspor terjadi baik sisi nilai maupun volume. Total nilai ekspor Sulsel mencapai USD811,2 juta pada periode Januari-September 2016. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015, nilai ekspor Sulsel mencapai USD1.085.92 juta.
”Secara persentase penurunannya pada September 2016 sebesar 6,53 persen dan nilai absolutnya sebesar USD7,72 juta bila dibandingkan nilai ekspor pada Agustus 2016, yakni dari USD118,18 juta menjadi USD110,46 juta,” ungkapnya pada konferensi pers di kantor BPS Jl H Bau No 6 Makassar, kemarin.
Walau dari tahun ke tahun nikel masih mengungguli perkembangan ekspor di Sulsel dengan tujuan ekspor terbesar ke negara Jepang. Tapi tidak mengubah perkembangan ekspor Sulsel yang terus menurun setiap tahunnya. Sebab Nikel saat ini komoditas dengan nilai ekspor terbesar dan Sulsel pada September 2016 dengan nilai sebesar USD57.34 juta atau 51.91 persen dari total nilai ekspor Sulsel. Negara tujuan ekspor dengan nilai terbesar pada bulan September 2016 adalah Jepang dengan nilai USD63,02 juta atau 57.05 persen dari total nilai ekspor Sulsel.
”Bukan berarti komoditas lainnya yang hanya 19 persen seperti kopi, teh, garam, kayu dan ampas bekas industri tidak diperhitungkan. Tapi komoditas kecil ini tetap kita ekspor dengan berbagai negara tujuan,” tuturnya.
Berbeda halnya dengan nilai impor Sulsel pada September 2016 senilai USD78,85 juta, naik sebesar 26,78 persen bila dibandingkan dengan nilai impor bulan Agustus 2016 dengan nilai USD62,19 juta. Selama Januari-September 2016 nilai impor Sulsel mencapai USD546,08 juta, turun sebesar 26.5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015.
”Mesin-mesin mekanik merupakan komoditas dengan nilai impor terbesar ke Sulsel pada September 2016 dengan nilai sebesar USD22,18 juta atau 28,13 persen dari total nilai impor Sulsel dengan negara asal impor adalah Tiongkok dengan nilai USD32,55 juta atau 41,28 persen dari total nilai impor Sulsel,” bebernya. (ita/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top