Berita Kota Makassar | Menpan Sayangkan WC Samsat Jorok
Metro

Menpan Sayangkan WC Samsat Jorok

MAKASSAR, BKM — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur menyayangkan Water Closet (WC) di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Makassar terlihat jorok.

Hal tersebut dikatakan Asman setelah melakukan kunjungan kerja di Sulsel serta menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah isntansi pelayanan umum seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), UPTD Samsat Makassar, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Imigrasi, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Senin (17/10).
Asman mengatakan, ia menyayangkan instansi pelayanan umum seperti UPTD Samsat yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan tidak memperhatikan kualitas dan kebersihan WC. “Itu harus menjadi perhatian. Kebersihan toilet menjadi salah satu simbol maksimal atau tidaknya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya berkonsentrasi pada pelayanan publik yang harus menjadi ujung tombak pemerintah, jadi tidak boleh lagi Aparatur Sipil Negara main-main dalam pelayanan. “Jadi pelayanan itu haknya rakyat jadi harus dikembalikan ke rakyat dengan maksimum,” tegas Asman.
Dia juga mengingatkan ASN, jangan bermain-main dengan pungutan liar (pungli) di luar pungutan resmi yang dibayar.
Secara umum, lanjutnya, pelayanan yang diberikan ke masyarakat sudah cukup baik. Apalagi di PTSP. Malah, dia akan mengusulkan pelayanan satu atap milik pemprov yang bermarkas di Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel salah satu yang terbaik di Indonesia.
“PTSP nya bagus, bisa dijadikan rule model nanti ke depan. Disitu sudah dilayani terpadu dan menggunakan sistim elektronik. Dan sudah ada kepastian. Tadi saya menyerahkan delapan ijin untuk nelayan kapal. Tiga hari ngurusnya. Mudah-mudahan ini menjadi konsen kita,” jelasnya.
Dia menekankan, pesan presiden agar pelayanan publik harus menjadi prioritas utama menjadi tanggung jawab pemerintah.
Dia berjanji setelah tiba di Makassar, akan menindaklanjuti hasil sidak yang dilakukannya. Apa yang mesti dibenahi dan ditingkatkan.
“Nanti kita akan pulang memberikan saran dengan sistem yang lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya.
Pelayanan yang baik itu, menurut Menpan adalah layanan yang tidak lagi beraroma pungli, berbasis IT, tidak lagi bersentuhan antara masyarakat dengan pejabatnya. Cukup ke loket, dan ada kepastian kapan urusan rakyat bisa diselesaikan.
Menyikapi hal itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengemukakan, adalah suatu hal yang wajar jika Menpan melakukan kunjungan kerja dan sidak ke instansi pemerintah khususnya yang berkaitan dengan pelayanan umum.
Beberapa catatan penting dari kunjungan Menpan RB, kata Syahrul, terkait aspek penerapan regulasi, koordinasi antarlembaga dan institusi, pelayanan publik, prasarana termasuk teknologi yang digunakan, supporting budgeter dan yang terpenting adalah terkait pungutan liar.
“Secara umum tentu koreksinya banyak,” ungkapnya.
Terkait WC di Samsat yang dinilai masih kotor, Syahrul mengemukakan, akan menjadi catatan utama untuk dibenahi ke depan.
“Saya kira ini menjadi pekerjaan untuk saya. Teguran itu harus bisa saya terima secara positif,” kata orang nomor satu di Sulsel itu.
Namun, lanjutnya, diapun melakukan koreksi-koreksi terhadap sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Kemenpan RB yang dinilai tidak cocok diterapkan di daerah. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top