Sulselbar

Kapolsek Burau Diadukan ke Polda

MALILI, BKM — Suharto (45) pelaku kasus dugaan pengancaman resmi melaporkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Burau, AKP Hariadi Tukiyar ke Mapolda Sulsel, Jumat (23/9) lalu. Aduan tersebut diterima oleh Brigpol Daniel.
Istri pelaku, Hernawati mengatakan, Suharto mengadu ke Polda Sulsel karena menilai adanya keganjilan penyidik Polsek Burau, Kabupaten Luwu Timur dalam melakukan penyelidikan kasus yang dialami suaminya tersebut.
Menurutnya, penyidik langsung menetapkan suaminya sebagai tersangka tanpa memeriksa sebagai saksi terlebih dahulu dan menahannya disel tahanan Polsek Burau selama 60 hari. Ia pun berharap agar Polda mengevaluasi kinerja Mapolres Luwu Timur atas kasus ini.
“Berkas perkara yang telah dikirim penyidik juga sulit untuk meyakinkan jaksa sehingga dikembalikan. Jaksa juga sudah dua kali mengembalikan berkas tersebut untuk dilengkapi. Setelah 60 hari ditahan, suami saya keluar demi hukum. Suami saya tidak pernah mengancam dek, baik itu dari ucapan maupun dengan gerakan,” ungkap Hernawati.
Kasus tersebut bermula saat putrinya mengalami kasus dugaan pncabulan yang dilakukan oleh Akbar (21) yang diketahui warga kecamatan Burau. Kala itu, dirinya juga telah menerima pesan singkat yang tidak sopan dari pelaku cabul. Karena kesal, suaminya mendatangi tempat dimana si Akbar kerap nongrong pada malam hari dengan niat untuk menasehati.
“Suami saya membawa Parang untuk menjaga diri dari Anjing yang berkeliaran dibelakang rumah, bukan niatnya untuk mengancam si Akbar. Bapak juga tidak pernah mengayunkan parang dan mengeluarkan kata ancaman ke Akbar tetapi si akbar lebih dulu lari,” ungkap Hernawati yang mengaku suaminya tidak kenal muka dengan Akbar.
Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Wotu, Adri Eddy Pontoh membenarkan berkas perkara dugaan pengancaman telah dikembalikan.
“Berkasnya sudah dua kali dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi sejak awal September lalu tetapi sampai saat ini berkasnya belum juga dikirim kembali,” ujar mantan Kasi Pidsus Kejari Luwu Timur.
Sementara itu, Kapolsek Burau, AKP Hariadi Tukiyar yang coba dikonfirmasi tidak berhasil. Handphone pribadinya aktif namun tidak dijawab.
Untuk diketahui, kasus dugaan pencabulan dengan terdakwa Akbar saat ini masih berproses di Pengadilan Negeri (PN) Malili. Dalam berkas dakwaan tersebut terdakwa dijerat pasal 81 ayat 1 atau 2 undang – undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (alp/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top