Jadi Anggota DPRD Bermodal Ijazah Paket C – Berita Kota Makassar
Headline

Jadi Anggota DPRD Bermodal Ijazah Paket C

ADA banyak orang yang menjadi saksi hidup sepenggal kisah kehidupan H Zulkifli Zain. Muh Kadir salah satunya. Ia masih kerabat Ketua DPRD Sidrap itu.

Laporan: Purmadi

SAAT ini Muh Kadir tercatat sebagai salah seorang kepala desa di Sidrap. Ia menuturkan, keseharian H Pilli diwarnai saling berbagi dengan kaum dhuafa.
Bukan hanya bedah rumah dan memperbaiki hidup orang lain. Zulkifli juga telah memberangkatkan umrah para pegawai syara’ dan anak-anak penghafal Alquran, serta kaum dhuafa lainnya.
”Sudah ada 30 orang diberangkatkan umrah oleh Pak Haji Pilli. Tahun ini ada anak 12 tahun penghafal Alquran dan santri di Pesantren Al Talawe akan diberangkatkan umrah,” lontar Abd Kadir, Kepala Desa Tonrongnge ditemui terpisah di kediamannya.
Bagi Abd Kadir, H Pilli adalah sosok dermawan dan teladan. Soal urusan keagamaan selama ini, gajinya selama jadi ketua DPRD Sidrap tidak pernah diambil. Setiap bulan gaji tersebut ia wakafkan untuk kepentingan sarana ibadah masjid di seluruh kecamatan Sidrap, serta fasilitas olahraga lainnya.
“Saya paham dan tahu betul karakter beliau sejak masih anak-anak hingga sekarang. Kalau urusan agama dia pasti nomor satu. Selalu hadir jika ada undangan. Apalagi soal perbaikan sarana peribadatan. Bahkan ada dua mobil unit ambulans dia sudah wakafkan kepada masyarakat. Siapapun yang membutuhan bisa dipergunakan secara gratis,” bebernya.
Selain itu, H Pilli juga intens terjun langsung ke tengah masyarakat. Dia juga sering menjadi sopir ambulans mengantar jenazah.
”Pokoknya dia itu orangnya bermasyarakat. Kalau ada hajatan dia tak pernah duduk di meja pejabat, dia lebih memilih berbaur dengan masyarakat di bawah. Intinya, dia itu bekerja tidak neko-neko dan hanya semata-mata kemaslahatan umat dan rahmatan lil alamin,” sambungnya.
Dalam berpolitik, H Pilli melakukannya secara santun. Jalur ini juga digunakannya untuk beramal sebanyak-banyaknya guna mencapai tujuan akhirat kelak.
Awalnya, dia tak pernah berpikir masuk ke dunia politik. Bahkan dia kerap menolak dengan halus ajakan orang-orang dekatnya untuk bergabung di dunia politik. Termasuk salah satunya adalah H Rusdi Masse (RMS).
Namun, cara berpolitik yang ditanamkan H Rusdi Masse menjadi inspirasinya hingga dia berubah pikiran untuk ikut terjun ke kancah politik.
Bagi H Zulkifli Zain, sosok RMS bukanlah tipe yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi. Melainkan, menghidupkan organisasi ataupun partai yang dipimpinnya. Bukan sebaliknya, hidup di partai atau organisasi.
“Pola berpolitik yang santun Pak Haji Rusdi yang membuat orang semua orang senang. Dia itu tak pernah mau hidup di partai yang dipimpinnya. Justru beliaulah yang membesarkan partai yang mengajaknya bergabung,” terangnya.
Diakui H Pilli, inspirasi mencoba terjun ke politik, salah satunya atas campur tangan Bupati Sidrap dua periode itu. Paradigma politik yang selama ini terkean jelek, diubah menjadi sebaliknya.
“Dialah yang menginsipirasi saya. Termasuk salah satu sesepuh Sidrap, H Pelita Umar, almarhum. Mereka berdua menjadi panutan sekaligus guru saya,” jelasnya.
Sebelumnya, memang tak pernah terbersit di pikirannya untuk mencoba dunia politik. Maklum, ia tak punya pengalaman soal politik. Namun, inspirasi untuk kepentingan kemaslahatan umat, membuat pria pecinta unggas dan tanaman holtikultura ini akhirnya mewakafkan dirinya menjadi seorang politikus.
Ia awalnya diajak H Rusdi Masse sebelum menjadi bupati. Bermodalkan ijazah Paket C, diapun dipercaya menjadi calon legislatif Partai Golkar nomor urut 5 di daerah pemilihan (dapil) Baranti, Panca Rijang dan Kulo.
Pada pemilu 2014 silam, H Pilli berhasil mengantongi lebih dari 5.500 suara. Dengan angka itu, ia terpilih menjadi anggota DPRD Sidrap, hingga akhirnya terpilih menjadi ketua DPRD.
Bersama-sama Bupati terpilih H Rusdi Masse, H Pilli mengantarkan Golkar sebagai pemilik suara terbanyak di daerah ini. Partai Beringin menempatkan sembilan orang kadernya di kursi legislatif.
Namun, ada dua hal yang hingga kini masih menjadi tanda tanya dan rahasia dalam pemikiran H Zulkifli yang belum terjawab. Pertama, ajakan seluruh kolega dan kerabatnya di legislatif untuk menjadi Ketua DPD II Golkar Sidrap. Kedua, melanjutkan kepemimpinan H Rusdi Masse di Sidrap periode berikutnya.
“Terus terang, dua hal ini yang selalu menjadi pemikiran saya. Karena jujur, saya masih ingin fokus menyelesaikan amanah yang diberikan sebagai ketua DPRD Sidrap,” ujarnya.
Meski begitu, jika kelak Sang Khalik menginginkan dirinya memegang amanah tersebut, ia tak kuasa menolaknya. ”Semua orang tidak ada yang pernah tahu seperti apa takdirnya kelak. Ini semua rahasia Sang Pencipta. Kalau memang saya ditakdirkan untuk itu, kenapa saya harus menolak,” tandasnya.
Namun, ia menambahkan, apa yang telah dilakukannya selama ini bukanlah upaya pencitraan. Melainkan semata-mata bebruat demi Allah SWT.
”Ingat, pencitraan yang kemudian mendapatkan puji-pujian dari sesama itu adalah riya’. Kalaupun masyarakat menilai saya apa adanya atau melebihkan, itu adalah hak mereka,” jelasnya.
Di penghujung perbincangan, pembina jamaah Wahdah Islamiyah Sidrap ini banyak menyinggung kesehariannya selepas pulang kerja sebagai ketua DPRD. Ia memanfaatkan masa istrahat bersama keluarga pada malam hari.
Juga lebih banyak mengurus unggas miliknya, serta tanaman tabulampo (sejenis tanaman buah yang tumbuh di pot bunga). (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top