Berita Kota Makassar | "Tanganku Berdarah, Kodong Mamaku...."
Headline

“Tanganku Berdarah, Kodong Mamaku….”

Mr, anak Suriani dan Gusti yang masih berumur dua tahun tak berhenti menangis. Di depan mata kepalanya, ia melihat bapaknya mengamuk. Menebas mamanya, nenek dan tantenya.
Malam itu, ia menangis sejadi-jadinya. Para tetangga langsung menggendong Mr. Ia bersama ibu, tante dan neneknya langsung dibawa ke RS Ibnu Sina.
Nur, salah satu kerabat korban mengaku sedih melihat peristiwa ini. Nur mengungkapkan, selama ini Gusti kerap memukul istrinya Suriani. Apalagi saat mabuk, istrinya selalu menjadi pelampiasan amarah.
“Bukan baru pertama kali ini Gusti menganiaya istrinya. Sudah seringki. Dia lakukan ketika pulang dalam kondisi mabuk. Tapi penganiayaan kali ini sangat sadis karena menggunakan parang,” kata Nur.
Nur yang ditemui saat di RS Ibnu Sina mengatakan, anak pelaku, Mr saat dibawa ke rumah sakit terus-terusan menangis. “Tanganku beradarah, mana mamaku kodong,” kata Nur menirukan tangisan pilu Mr.
Nur mengaku, warga yang melihat peristiwa ini semua menangis. Apalagi saat Mr bersama ibu, nenek dan tantenya dilarikan ke rumah sakit.
“Mr terus menangis. Sejumlah warga tak kuasa menahan tangis melihat Mr dievakuasi berlumuran darah. Bahkan warga miris atas perbuatan ayahnya itu yang begitu sadis,” katanya.
“Seandainya polisi tidak cepat datang, Gusti mungkin mati di tempat,” katanya.
Pantauan BKM di RS Ibnu Sina, Mr masih terlelap tidur. Tangannya dibalut perban putih. Saat terbangun, Maryam selalu menangis meringis kesakitan.
“Kasihan anaknya setiap matanya terbuka ia menangis lalu menatap tangannya. Kami silih berganti membujuknya untuk diam dan silih berganti mengendongnya agar ia bisa tidur,” terang Nur.
Bahkan, saat Mr melihat ibu dan neneknya terbaring dalam kondisi tidak sadar. Ia selalu teriak memanggil ibunya. “Mamaaaa…mamaaa,” teriakan ini mengundang rasa iba keluarga pasien yang lain. (ish/maf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top