Raja Mabuk Bantai Istri, Anak, Mertua dan Ipar – Berita Kota Makassar
Headline

Raja Mabuk Bantai Istri, Anak, Mertua dan Ipar

MAKASSAR, BKM — Minggu (16/10) dini hari menjadi malam terburuk bagi keluarga Daeng Bau (60). Di malam nahas itu, menantunya, Gusti membantai ia sebagai mertua, istri, anak dan ipar menggunakan sebilah parang di rumah mereka di Jalan Pattunuang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Mangggala, Makassar.

Akibat aksi nekat Gusti, Suriani (istri), Sinar (ipar), Daeng Bau (mertua) dan Mr (anak) mengalami luka-luka.
Suriani (32) mengalami luka tebasan parang di jidatnya, Sinar (38) bersimbah darah setelah mengalami luka robek di paha, tangan kiri nyaris putus dan jari-jari tangan kanannya juga nyaris putus.
Sementara mertuanya, Daeng Bau (60) mengalami luka di bagian kepalanya dan cucu yang juga tidak lain anak Gusti jarinya nyaris putus akibat terkena sabetan parang.
Hingga sore kemarin, Suriani dan Sinar masih dalam kondisi kritis. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) dr Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya dirawat di RS Ibnu Sina. Sedangkan Daeng Bau bersama anak tersangka dirawat di RS Ibnu Sina.
Sementara itu, Gusti dilarikan ke RS Bhayangkara setelah ia dikeroyok warga yang marah lantaran aksi biadabnya itu. Gusti mengalami luka parah setelah dihantam balok dan dilempari warga yang tidak lain tetangganya sendiri.
Peristiwa mengenaskan ini bermula saat Gusti pulang ke rumahnya dalam kondisi mabuk pukul 00.15 Wita. Selama ini, Gusti memang dikenal sering mabuk-mabukan.
?Informasi yang dihimpun BKM, saat pulang, Gusti cekcok dengan Suriani istrinya. Diduga keduanya cekcok lantaran Suriani minta diceraikan karena tidak tahan dengan Gusti yang sering mabuk dan memukul dirinya.
Saat Gusti bertengkar dengan Suriani, mertuanya Daeng Bau menegur Gusti. Tak terima ditegur, Gusti marah. Ia pun pergi mengambil sebilah parang.
Beberapa saat kemudian, Gusti datang dengan sebilah parang di tangannya. Dalam kondisi mabuk, lelaki ini langsung memarangi istri dan mertuanya. Iparnya, Sinar yang coba melerai juga kena sabetan parang. Bahkan, Sinar mengalami luka parah setelah menangkis parang yang diarahkan ke dirinya. Anaknya, Mr juga tak luput dari sabetan parang.
Keributan di rumah Gusti mengundang para tetangga. Apalagi usai membantai keluarganya, Gusti keluar rumah dan berteriak-teriak.
Mengetahui Gusti mengamuk dan telah melukai keluarganya, warga langsung mengeroyok pelaku.
Gusti mencoba melarikan diri. Namun, ia terus dilempari warga. Ia tumbang setelah terkena hantaman balok. Gusti pun menjadi bulan-bulanan warga. Wajahnya langsung berlumuran darah.
Bahkan, salah satu iparnya, Syarif Mustafa (40) nyaris membunuh Gusti. Ia tidak tega melihat keluarganya dibantai. Namun ia ditahan warga.
“Perlakuan Gusti saya tidak terima. Ibu, saudara dan keponakanku dibantai semuanya. Gusti kerjanya hanya mabuk. Ia mengamuk usai minum miras,” teriak Syarif Mustafa.
warga pun langsung memberikan pertolongan kepada empat orang yang menjadi korban. Mereka dilarikan ke RS Ibnu Sina di Jalan Urip Sumohardjo.
Sementara Gusti dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Pelaku dievakuasi ke rumah sakit menggunakan mobil Patroli Polsek Manggala yang tiba di Tempat kejadian Perkara (TKP).
Selain membawa pelaku ke RS Bhayangkara, petugas juga mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku berupa sebilah parang.
Kanit Reksrim Polsek Manggala, AKP Suardi mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Apalagi para korban dan pelaku masih dalam perawatan medis di rumah sakit.
“Korban masih menjalani perawatan intensif. Ada empat korban dalam kasus ini. Kami belum bisa melakukan pemeriksaan nanti menunggu hingga korban dan pelaku kondisinya membaik,” kata Suardi.
Ditanya soal motif pembantaian ini, Suardi mengungkapkan dugaan sementara penyebab korban nekat melakukan aksinya karena saat bertengkar istrinya meminta cerai.
“Kami sudah mengambil keterangan beberapa saksi yang melihat insiden berdarah itu. Dari keterangan saksi kuat dugaan jika Gusti menebas empat keluarganya lantaran tersulut emosi karena istrinya minta diceraikan,” kata Suardi.
Menurut Suardi, saat peristiwa itu, pelaku dalam kedaan mabuk ?pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, istrinya marah dan minta diceraikan. (ish/maf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top