Berita Kota Makassar | PT BMS Bangun Pabrik Nickel di Luwu
Sulselbar

PT BMS Bangun Pabrik Nickel di Luwu

BKM/IRWAN MUSA EKSPOSE -- Branch Manager PT BMS (Kalla Group) Arianto saat menggelar ekspose di hadapan Bupati Luwu Andi Mudzakkar terkait pembangunan Nickel Smelter di Luwu baru-baru ini.

LUWU, BKM — Branch Manager PT Bumi Mineral Sulawesi (Kalla Group) Arianto menggelar ekspose di hadapan Bupati Luwu Andi Mudzakkar di Kantor Badan Pelayanan, Perijinan dan Penanaman Modal (BP3M) Luwu, Selasa (11/10) mengakui pihaknya serius membangun Pabrik Nickel Smelter di Kecamatan Bua, Luwu.
Dihadapan Bupati Luwu dan Kepala SKPD terkait Arianto menjelaskan progres pembangunan nickel smelter merupakan mimpi besar kami memancing investor lainnya masuk ke Kabupaten Luwu
” PT BMS Serius Bangun Nickel Smelter di Luwu. Dan kami tetap ikut aturan yang berlaku di Pemkab Luwu,jika terwujud total tenaga kerja yang di butuhkan mencapai 1.000 orang,” ujar Arianto saat ekspose di hadapan Bupati Andi Mudzakkar baru-baru ini.
Saat ekspose Sekertaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Sofyan Tamrin meminta kejelasan pihak PT BMS soal ijin IMB terkait pembangunan Nickel Smelter di Bua, Kabupaten Luwu. Sementara Kadis Pertambangan Luwu Amang Usman menyarankan kepada PT BMS harus mengantongi IMB baru melakukan aksi di lapangan termasuk izin Amdal. “Kita sedang mengurus izin Amdal dan IMB, semoga dalam waktu dekat bisa rampung dan dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama di bulan Januari 2017,” jelas Arianto.
Bupati Luwu Andi Mudzakkar menuturkan Pemkab tak bisa menaifkan jika ada investor ingin masuk menanamkan saham di wilayah kita bahkan pemerintah pusat membuka ruang untuk itu. Persoalannya sekarang ada orang yang membawa uang untuk investasi di Luwu tentu harus dipermudah dengan pertimbangan investor harus ikut aturan main dan melengkapi berbagai persyaratan perijinan.
“Saya trimakasih atas keinginan PT BMS tetapi pada prinsipnya harus mengacu pada aturan,” tandas Cakka. (wan/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top