Mau Menikam Tapi Ditebas – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Mau Menikam Tapi Ditebas

JENEPONTO, BKM — Pembunuhan sadis terjadi di kampung Sapaloe, kelurahan Tolo, kecamatan Kelara, kabupaten Jeneponto, Sabtu malam (15/10) sekitar pukul 21.30 Wita. Jufri Saleh, salah seorang saksi mata, menuturkan, peristiwa ini berawal ketika Syamsuddin bin Mare (35) sedang berdiri di pinggir jalan di depan Poskamling.
Dari arah selatan ke utara muncul Upa bin Mustapa (30) yang merupakan adik ipar Syamsuddin mengendarai sepeda motor. Saat berada di depan Syamsuddin, Upa langsung menghentikan motornya. Ia mendatangi Syamsuddin lalu mencabut badik dari balik bajunya. Pasalnya, ia tersinggung disuruh berhenti.
Ayunan badik itu berhasil dihindari Syamsuddin dan dalam sekejap ia langsung mengayunkan parangnya dan tepat mengenai leher Upa. Tidak sampai disitu. Syamsuddin juga menebas perut dan lengan Upa. Besarnya luka yang diderita Upa membuatnya tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara Syamsuddin langsung melarikan diri karena takut dimassa.
”Meski sempat kabur, namun pelaku Syamsuddin berhasil ditangkap petugas dan langsung diamankan di Polres Jeneponto,” jelas Jufri Saleh saat ditemui di Polsek Kelara, Sabtu (15/10).
Kapolsek Kelara, AKP Mahmud, ketika dikonfirmasi BKM membenarkan telah terjadi pembunuhan di kampung Sapaloe, kelurahan Tolo, kecamatan Kelara. ”Korbannya Upa bin Mustapa dan pelakunya adalah ipar korban sendiri, Syamsuddin bin Mare. Keduanya beralamat di kampung Sapaloe. Pelaku berhasil kami tangkap di tempat persembunyiannya di perumahan guru sekolah SD Inpres Tompo Kelara. Pelaku sudah kami serahkan ke Reskrim Polres Jeneponto untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan mayat korban dibawa ke RSUD Lanto Dg Pasewang Bontosunggu untuk dilakukan visum dokter,” jelas AKP Mahmud.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Ismail Samad, kepada BKM mengatakan, pelaku pembunuhan bernama Syamduddin bin Mare sudah ada di dalam sel Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya . ”Persoalannya hanya kesalahpahaman antara korban dengan iparnya yang juga adalah pelaku, Syamsuddin,” jelas AKP Ismail. (krk/mir/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top