Satu JH Jeneponto Meninggal Dunia – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Satu JH Jeneponto Meninggal Dunia

BKM/KR KULLE DIBOPONG -- H Bare dibopong petugas Satpol PP saat turun dari mobil bus rombongan jamaah haji Jeneponto masuk ke Madjid Agung Belokallong.

JENEPONTO, BKM — Sebanyak 273 orang jamaah haji (JH) dari 274 orang JH asal kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam kloter 23 embarkasi Hasanuddin Makassar, tiba dengan selamat, Rabu (12/10). Namun satu orang JH atas nama H Lili, alamat kampung Bontomanai, desa Lebangmanai, kecamatan Rumbia, kabupaten Jeneponto meninggal dunia di tanah suci.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, H Irfan Daming saat menerima rombongan JH di Masjid Agung Belokallong, kelurahan Balang, kecamatan Binamu. Ia didampingi Kabag Kesra, Sarbini Haerah. Dikatakan, dari 274 orang JH Jeneponto, satu orang di antaranya meninggal dunia atas nama H Lili.
”Almarhum meninggal dunia di Madinah karena sakit. Ia dikebumikan di Madina. Saya atas nama kepala kantor kementerian agama kabupaten Jeneponto mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya H Lili. Semoga arwahnya diterima di sisi Nya. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga tabah dan bertawakkal kepada Allah kalau kepergian orangtua kita karena sudah dipanggil sang Khalik yang empunya segala mahluk,” kata Irfan.
Perlu diketahui, tambah Irfan, di dalam rombongan JH Jeneponto ada yang sudah uzur berumur 105 tahun bernama H Bare. Ia tiba dengan selamat dalam keadaan sehat wal afiat tanpa rintangan berarti. Ini pertanda ada kekuasaan Allah mengatur hambanya saat melakukan ibadah rukun haji yang kelima.
Syamsuddin Lili, anak kedua keluarga almarhum H Lili, saat ditemui BKM di rumahnya di kampung Bontomanai, desa Lebang Manai, kecamatan Rumbia, mengatakan, kabar meninggalnya H Lili sudah diterima beberapa hari lalu dalam usia 66 tahun. Jenazahnya sudah dimakamkan di Madinah Almunawarrah.
Syamsuddin mengakui, saat berangkat ke tanah suci, kondisi kesehatan bapaknya menurut pemeriksaan dokter dalam keadaan sehat wal afiat. ”Tapi ajal dan kematian tidak ada yang bisa menduga kapan waktu dan tempatnya. Kami keluarga menerima cobaan ini dengan ikhlas,” ujarnya. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top