Demonstran Tutup Akses PT Vale – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Demonstran Tutup Akses PT Vale

TUTUP AKSES -- Massa yang tergabung dari Jaringan Komunikasi Masyarakat (JKM) Lingkar Tambang Indonesia kembali menutup akses jalan tambang PT Vale di Malili, Luwu Timur, Kamis (13/10) kemarin.

MALILI, BKM — Puluhan massa yang tergabung dari Jaringan Komunikasi Masyarakat (JKM) Lingkar Tambang Indonesia kembali menutup akses jalan tambang PT Vale di Malili, Luwu Timur, Kamis (13/10) kemarin.

Pemblokiran jalan dilakukan warga akibat pihak perusahaan tambang nikel tersebut dinilai ingkar janji alias pembohong. Aksi ini menuntut kompensasi lahan camp security di Bunker Malili, antara keluarga Jamaluddin Andi Baso dan PT Vale Indonesia.
“Mereka (pihak PT Vale) itu pembohong, dia yang meminta persoalan ini dibicarakan terkait hak – hak Perdata di BPN, tetapi dia sendiri yang tidak hadir,” ungkap Jois Andi Baso, ahli waris lahan camp security seluas 2,3 hektare itu.
Sebelum agenda pertemuan akan dilakukan di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) pekan lalu, kata Jois, dirinya bersama GM Stakeholder Relations PT Vale, Tri Rachman Batara duduk bersama di Mapolres Luwu Timur, disaksikan Kepala Bagian Operasional (Ops) Res LuwuTimur dan Kasat Intelkam, AKP Andi Harun.
“Hasil pertemuan waktu itu mereka (Vale) akan menyelesaikan hak – hak Perdata di BPN dengan beberapa kesepakatan, seperti menutup sebagian akses jalan hingga persoalan ini betul – betul diselesaikan oleh PT Vale,” ungkap Jois dilokasi demonstrasi.
Ia menambahkan, ketidakhadiran pihak perusahaan tanpa alasan jelas membuat keluarga menjadi geram dan menilai PT Vale adalah pembohong. “Kita tidak akan melakukan ini jika komunikasinya bagus ke kami. Kepala BPN juga menunggu dan menyiapkan risalah,” tutur Jois.
Menurut Jois, aparat kepolisian juga telah membubarkan paksa para pihaknya (Pendemo) dan membersihkan gundukan tanah dan batu yang ada dijalan atas perintah Kapolsek Malili, AKP Nur Adnan, Rabu (12/10) malam kemarin.
“Kami dibubarkan paksa, pak Adnan (Kapolsek Malili) yang berteriak, kalau pembubaran itu adalah perintah langsung. Pak Adnan terlalu arogan,” kata Jois didampingi sejumlah demonstran lainnya.
Pantauan media ini, satu unit mobil trailer milik PT Vale Indonesia, Tbk saat ini tertahan dilokasi demo dijalan by pass, kelurahan Malili, kabupaten Luwu Timur, Kamis (13/10) kemarin.
Meski sudah dibubarkan paksa oleh Polisi Rabu malam, namun para demonstran masih tetap bertahan dan melakukan unjuk rasa dengan cara membakar ban bekas ditengah jalan hingga tuntutan pendemo dipenuhi.
“Kami akan tetap bertahan hingga tuntutan ganti rugi diselesaikan oleh PT Vale, izin aksi juga masih berlaku hingga tanggal 15 Oktober dan akan terus kami perpanjang,” tegas Jois kepada awak media.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak membantah pihaknya telah melakukan pembubaran paksa kepada para demonstran. “Bukan demonstran, hanya beberapa orang saja dan kita hanya membersihkan dan membuka jalan,” kata Parojahan yang mengaku aksi yang dilakukan warga itu bukanlah unjuk rasa.
Senior Manajer Komunikasi PT Vale Indonesia, Bayu Aji yang dikonfirmasi mengaku sedang mengkonfirmasi dengan tim terkait. “Tunggu sebentar ya, saya sedang konfirmasi dengan tim terkait dulu. (alp/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top