Bisnis

BeKraf ‘Suntik’ Wawasan Pelaku Ekonomi Kreatif

BKM/RAHMA AMRI PUKUL GONG -- Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal memukul gong pembukaan seminar bertajuk Prospek Industri Kreatif di Hotel Four Points kemarin.

MAKASSAR, BKM — Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) menggelar seminar bertajuk Prospek Industri Kreatif di Hotel Four Point by Sheraton Makassar. Seminar yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (13-14/10) diikuti sekitar 100 pelaku usaha kreatif, mahasiswa, serta komunitas di Makassar
”Industri kreatif terus mengalami perkembangan dalam kurun 10 tahun terakhir. Ekonomi kreatif terus tumbuh dan itu karena kontribusi pelaku-pelaku usaha kreatif dan komunitas,” ucap Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu ‘Deng Ical’ Rizal, sesaat sebelum membuka seminar tersebut yang ditandai dengan pemukulan gong.
Deng Ical menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel berkisar 8,05 persen dan Makassar paling sedikit 9,05 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi nasional hanya berkisar 5 sampai 6 persen. Itu karena semua warga bebas bergerak melakoni kehidupan profesional sendiri-sendiri. Tidak ada keraguan atau ketakutan.
Padahal, kesenjangan sosial di Makassar juga terbilang tinggi 0,47 persen. Idealnya, kesenjangan itu ada pada batas 0,45 persen. Dan itu sudah dekat dengan kerusakan, karena gap yang terlalu jauh atau tinggi. ”Kenapa di Makassar tidak terjadi rusuh. Karena banyak pelaku dan komunitas ekonomi kreatif. Di Makassar sudah ada sekitar 200 ekonomi kreatif. Itu termasuk yang tertinggi di Indonesia,” ucapnya.
Deng Ical menambahkan, pemerintah akan selalu mendukung usaha kreatif. Karena itu merupakan bagian dari sumbangsih untuk pembangunan daerah. Pemerintah akan mendukung setiap kegiatan kreatif yang dilakukan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam memperoleh izin.
”Kalau nanti ada yang kesulitan dengan akte dan sejenisnya, lapor ke Deng Ical. Nanti saya carikan notaris dan solusi. Tidak boleh ada yang terhambat hanya karena administrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kasubdit Edukasi Publik BeKraf, Mohammad Amin Abdullah, mengatakan, Makassar sudah masuk dalam kategori kota kreatif. Akademisi Unhas, Anas iswanto, menambahkan, kontribusi pelaku industri kreatif di Amerika Serikat mencapai 11 persen, Singapura 7 persen, dan Indonesia 0,08 persen. Angka ini masih sangat rendah.
Olehnya itu, kemampuan dan kemauan harus sinkron dalam industri kreatif untuk melakukan proses teknik, menghasilkan produk atau jasa baru, menghasilkan nilai tambah baru, dan merintis usaha baru. Menurut Praktisi Media, Noor Karompot, peranan media sosial sangat penting dalam membangun industri kreatif, dimana produksinya lebih murah dan terjangkau.
Kontribusi media dalam pengembangan industri kreatif adalah memberikan kontribusi yang signifikan, menciptakan iklim bisnis yang positif. Tercatat pengguna digital di Indonesia mencapai sudah 88 juta user dan di 2016 ini sudah mencapai 90 juta. Hal ini merupakan potensial market untuk promosi yang sangat menjanjikan. Khusus untuk Sulawesi pengguna internet mencapai 7 juta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tyovan Ari Widagdo selaku Digital Creative Industry yang berbagi pengalaman suksesnya membangun industri kreatif. (rhm/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top