Guru SMKN 8 Jeneponto Dibusur – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Guru SMKN 8 Jeneponto Dibusur

BKM/KR KULLE BEKAS BUSUR -- Syafaruddin saat menunjukkan bekas busur di punggungnya yang telah diperban

JENEPONTO, BKM — Nasib naas menimpa Syafaruddin SPd. Lelaki yang sehari-harinya mengajar di SMKN 8 Jeneponto, dibusur seseorang berseragam putih abu-abu dari arah belakang pada Selasa siang (11/10) sekitar pukul 14.00 wita. Peristiwa ini dialami Syafaruddin saat sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Rusunawa Anggrek 1, Jalan Kesehatan Bontosunggu kota, Jeneponto.
Sesaat sebelum kejadian, kata Syafaruddin didampingi Kepala SMKN 8 Jeneponto, Muh Arif, ia sedang menyusuri Jalan Kesehatan Bontosunggu, tepatnya di depan SMAN Khusus Bontosunggu kota. Tiba-tiba dari arah belakang muncul dua orang berseragam putih abu-abu mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam tanpa plat nomor dan tanpa mengenakan helm. Salah seorang dari mereka melepaskan anak panah dan langsung tertancap di punggungnya.
”Saat itu juga saya merasakan sakit di punggung, sehingga saya langsung menepikan motor. Mata saya pun berkunang-kunang. Saya langsung tidak sadarkan diri. Sedangkan para pelaku langsung tancap gas tanpa mengambil barang-barang milik saya. Mereka membiarkan saya tergeletak di pinggir jalan,” kata Syafaruddin ketika ditemui BKM di tempatnya mengajar, Rabu (12/10) kemarin.
Tentang orang yang dicurigai sebagai pelaku pembusuran, Syafaruddin mengaku tidak tahu. Ia mengaku tidak pernah berselisih paham dengan siapapun. ”Saya ini guru IPA. Saya itu tegas dalam mengajar. Kalau siswa salah saat menjawab pertanyaan pada saat ujian baik harian maupun semester, tidak sedikit saya kasi angka nol. Mungkin itu siswa yang mendapat angka nol yang membusur saya. Tapi saya tidak tahu yang mana orangnya. Karena terlalu banyak siswa yang mendapat angka nol dari saya,” katanya seraya menambahkan, dirinya bersama anggota Satpol yang biasa bertugas di sekolah tersebut telah mencoba menyusuri jejak motor pelaku di area parkir sekolah, tapi motor itu tidak ditemukan.
”Saya juga sudah melaporkan peristiwa ini ke Polres Jeneponto bersama anak panah yang telah tertancap di punggung saya dan hasil visum dokter,” katanya.
Kepala Dinas Dikpora Jeneponto, Nuralam Basur karaeng Beso, mengakui kalau dirinya telah mendapat laporan adanya guru IPA SMKN 8 Jeneponto, Syafaruddin yang telah dibusur oleh seseorang berpakaian seragam putih abu-abu. ”Tentunya kami merasa sedih. Saat ini dunia pendidikan di Jeneponto bersedih. Saya minta kepada para guru dan siswa tetap tenang dalam rangka proses belajar mengajar harus tetap berjalan seperti semula. Jangan mau terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Tingkatkan kinerja dunia pendidikan,” ujarnya.
Sekretaris Kabupaten Jeneponto, Muh Syarif karaeng Patta, menegaskan, pelaku harus ditangkap dan diproses hukum meski masih berstatus siswa. Tidak menutup kemungkinan pelakunya siswa dari sekolah itu sendiri. SMKN 8 kan sekolah teknik. Tentunya mempunyai ruang praktik membuat mur dan lainnya. Tentu siswa dengan leluasa termasuk membuat mata anak busur. Kepada para guru untuk mengawasi siswanya saat melakukan praktik di ruang perbengkelan.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Ismail Samad mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban pembusuran Syaripuddin. Pihaknya juga sudah menurunkan tim untuk memburu tersangka. ”Semoga cepat tertangkap dan diproses hukum,” jelas Ismail. (krk/mir/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top