Dishub Minta Transportasi Online Diblokir – Berita Kota Makassar
Metro

Dishub Minta Transportasi Online Diblokir

MAKASSAR, BKM — Taksi online yang mulai hadir di Makassar memantik ketidaksetujuan dari pengusaha dan sopir taksi manual serta sopir angkutan umum lainnya. Akibatnya, ancaman mogok besar-besaran dilontarkan.
Menyikapi kondisi itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ilyas Iskandar meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meninjau ulang kehadiran taksi online dan memblokir aplikasi penyedia jasa transportasi berbasis online tersebut.
“Kita akan meminta pusat menyetop aplikasinya,” ungkap Ilyas di sela-sela pencanangan Gerakan 1000 kebaikan di lingkup Dinas PU, Rabu (12/10).
Langkah ini diambil Dishubkominfo Sulsel untuk mengatasi maraknya operasi transportasi berbasis online, yang ia nilai, tanpa izin.
Menurut Ilyas, transportasi berbasis online, khususnya taksi online yang kini beroperasi di Sulsel belum memenuhi berbagai persyaratan yang diatur pada Peraturan Menteri (Permen/PM) Perhubungan No 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.
Salah satu kriteria yang diatur dalam Permen tersebut adalah perusahaan aplikasi yang menyediakan jasa angkutan orang menggunakan kendaraan bermotor diwajibkan mengikuti ketentuan pengusahaan angkutan umum yang dimuat dalam Pasal 21, 22, dan 23 Permen No 32 Tahun 2016.
Ketentuan tersebut antara lain meminta perusahaan aplikasi mendirikan badan hukum Indonesia. Bentuk badan hukum yang diakui adalah badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perseroan terbatas, atau koperasi.
“Selama belum melengkapi persyaratan tersebut, kita anggap mereka ilegal dan melanggar,” tegas Ilyas.
Ia juga menyayangkan pihak penyedia jasa aplikasi transportasi online tersebut, yang selama ini belum pernah meminta berkomunikasi dan meminta izin Dishubkominfo.
“Bagaimana saya keluarkan izinnya, sementara mereka belum mengajukan izin, saya belum berkomunikasi dengan perusahaan manapun, Grab pernah meminta audiens, tetapi tidak datang,” katanya. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top