BBPJN Janji Perbaiki Drainase Depan Kantor Gubernur – Berita Kota Makassar
Headline

BBPJN Janji Perbaiki Drainase Depan Kantor Gubernur

MAKASSAR, BKM — Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII langsung memenuhi panggilan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk membicarakan sejumlah infrastruktur jalan yang bersoal. Selasa (11/10) malam, Kepala BBPJN XIII, Bastian Lubis memenuhi panggilan gubernur. Ada sejumlah arahan dan kesepakatan yang disanggupi untuk dilaksanakan BBPJN.
Bastian Lubis yang ditemui Rabu (12/10), di sela-sela pencanangan Gerakan 1000 Kebaikan Lingkup PU Sulsel, menjelaskan, instruksi yang diberikan gubernur, salah satunya adalah memperbaiki aliran air di depan kantor Gubernur Sulsel.
“Kami sudah bicarakan untuk memperbaiki sumbatan di bawah saluran air yang terkoneksi dengan pembuangan air di depan kantor gubernur,” kata Bastian.
Dia melanjutkan, langkah yang bisa dilakukan adalah mengeruk sedimentasi dan menurunkan sedikit posisi saluran drainasenya.
Hal itu dilakukan agar saluran air tersebut bisa menampung lebih banyak air.
Pekerjaannya akan dilakukan dalam waktu dekat. Dipastikan sudah harus selesai akhir tahun ini. Soal anggaran, kendati tidak menyebut nilai, namun Bastian menegaskan tidak ada persoalan karena nilainya tidak terlalu besar. Bisa diambilkan pada proyek perbaikan jalan yang sudah terprogram.
“Pokoknya tahun ini juga akan kita kerjakan. Sebenarnya drainase yang ada sudah bagus, tapi memang perlu diturunkan sedikit supaya daya tampungnya lebih besar,” jelasnya.
Untuk rencana pembuatan pintu air yang menghubungkan saluran drainase dan Sungai Pampang, jika berdasarkan analisa dan pengkajian dibutuhkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan karena menjadi tugas pokok dan fungsi instansi tersebut.
Soal saluran drainase di depan eks terminal yang saat ini dibanguni mal, Bastian mengatakan pihaknya akan membongkar cor yang dibangun karena menghambat aliran air. Setelah itu, saluran yang ada akan diperbaiki. “Cornya harus dibongkar dulu baru diperbaiki,” jelasnya.
Namun Bastian mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran, pihaknya akan membicarakan terlebih dahulu persoalan itu dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Terkait middle ring road (MRR), Bastian mengakui, selain bersoal pada pembebasan lahan, progress pembangunan fisiknya juga agak lambat.
Hingga kini, pembangunan jalan alternatif tersebut baru pada kisaran 40 persen. Hingga akhir tahun 2016, dia memprediksi yang bisa diselesaikan baru sebatas jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan-Leimena.
Untuk pembebasan lahan, hingga saat ini masih terus berproses. Dia berharap Pemkot Makassar bisa mendorong masyarakat yang lahannya dibutuhkan untuk pembangunan jalan bisa kooperatif karena ini menyangkut kepentingan umum. Apalagi, pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk pembebasan lahan.
“Pembebasan lahan harus dimaksimalkan. Sayang kan kalau anggarannya kembali ditarik ke pusat karena tak bisa diserap,” ungkapnya.
Dia berharap kurun waktu dua bulan lebih ini, ada progres menggembirakan pada pembebasan lahan. Karena jika tidak, terpaksa pembebasan lahan dilakukan secara appraisal.
“Karena itu, kami kembali akan bicara sama Pemkot Makassar terkait hal ini,” ungkap Bastian.
Di tempat yang sama, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyatakan cukup mengapresiasi upaya yang akan dilakukan BBPJN XIII dalam menyelesaikan sejumlah persoalan jalan.
“Saya sudah ketemu dengan Kepala BBPJN. Beliau berjanji akan segera menindaklanjuti persoalan yang ada,” ungkap Syahrul.
Dia berharap, langkah penanganan yang dilakukan BBPJN nantinya tidak menimbulkan distorsi atau bertentangan dan merugikan siapa saja.
Syahrul juga ingin, langkah BBPJN didukung oleh Pemerintah Kota Makassar karena berada dalam lingkup wilayah ibukota provinsi.
“Saya berharap Pak Wali Kota bisa tangani secara bersama-sama dengan BBPJN persoalan yang ada,” pungkasnya. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top