Sulselbar

30 Personel Kepolisian di Sulbar Positif Narkoba

BKM/ALALUDDIN Anwar Adnan Saleh

MAMUJU, BKM — Untuk memerangi peredaran Narkoba di wilayah provinsi Sulbar, Polda Sulbar bersama gubernur, para pimpinan SKPD lingkup Pemprov Sulbar, para kepala sekolah, kalangan guru, dan anak-anak sekolah se Sulbar, melakukan rapat koordinasi (Rakor) mengenai penyalahgunaan Narkoba. Rakor yang turut dihadiri Sekprov, Ismail Zainuddin dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar, Supratman, berlangsung di aula kantor gubernur Sulbar, Rabu (12/10).
Dir Narkoba Polda Sulbar, Kombes Kurniadi SIK SH MH, mengemukakan, pelibatan berbagai unsur termasuk dari kalangan anak sekolah dalam kegiatan ini dimaksudkan agar dalam penanggulangan penyalahgunaannya bisa berlangsung efektif.
”Dalam penanggulangan Narkoba ini perlu dilakukan secara bersama-sama seluruh stakeholder. Begitu pula dengan pelibatan gubernur dalam rapat koordinasi untuk membicarakan masalah Narkoba. Kami juga mengajak BNNP Sulbar untuk melakukan pendalaman terhadap penyalahgunaan Narkoba di Sulbar baik secara suntik maupun dengan cara lainnya. Jika merujuk pada data 2015, jumlah pengguna Narkoba di provinsi Sulbar terbilang cukup banyak,” jelasnya.
Diakui, pihak Polda sudah melakukan penindakan terhadap para tersangka penyalahgunaan Narkoba. Seluruh Polres di Sulbar telah melakukan langkah antisipasi di beberapa lokasi yang dianggap rawan tempat masuknya Narkoba Baik melalui darat maupun laut yang masuk dari Malaysia melalui perairan Budong-budong, kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).
Sedangkan untuk para personel kepolisian lingkup Polda Sulbar, telah dilakukan tes urine kepada seluruh personelnya. ”Ternyata, ada 30 personel kami positif mengkonsumsi Narkoba. Dan ini tentu merupakan perbuatan yang memalukan bagi institusi keposian khususnya di lingkup Polda Sulbar. Seluruh personel yang positif itu telah diberi tindakan tegas. Juga, mereka diberikan sekolah khusus untuk membina mereka secara baik, terutama mental personel kepolisian,” tegasnya.
Kapolda Sulbar, Brigjen Lukman Wahyu, menyoroti masih adanya toko obat maupun apotek yang belum memiliki izin menjual obat daftar G. ”Toko obat maupun apotek yang menjual obat daftar G tanpa memiliki izin, perlu kita tertibkan. Ini demi menyelamatkan generasi muda kita dimasa depan,” katanya.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, pada kesempatan tersebut menyampaikan respon positif terhadap langkah Kapolda Sulbar dalam memerangi Narkoba di daerah ini. ”Kapolda sangat peduli dalam upaya pemberantasan Narkoba di Sulbar. Kami selaku kepala pemerintahan di provinsi Sulbar, sangat salut terhadap langkah yang telah dilakukan Kapolda Sulbar. Narkoba ini adalah permasalahan yang sangat membahayakan. Karena Narkoba telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat kita, utamanya di Sulbar,” katanya. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top