Sulselbar

Pembunuh Divonis Lima Tahun, JPU Langsung Banding

SIDRAP, BKM — Masih ingat kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang gadis cantik bernama Rahmawati (23) di Desa Puncak, Rappang 29 Maret 2016 lalu?

Gadis penjual kosmetik ini akhirnya mendapat ganjaran vonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sidrap setelah nekat membantai nyawa Mansyur, (45) di sebuah lahan perkebunan, di Desa Mario, Kecamatan Kulo, Sidrap. Selain Rahmawati, ayah kandungnya Muh Ramli (60) divonis 2 tahun penjara.
Putusan keduanya ini, dianggap ringan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap yang semuola menuntut Rahmawati 9 tahun penjara dan bapaknya Ramli 7 tahun kurungan badan.
Dalam amar putusan Majelis Hakim diketuai Bintang AL SH, beranggotakan Fitriyani, SH dan Nurafia, SH yang dibacakan pada sidang putusan Kamis 6 Oktober pekan lalu, menilai terdakwa hanya merupakan korban percobaan pemerkosaan oleh korban dan membela hak kehormatannya selaku wanita.
Begitupun juga bapaknya, Ramli diputus dua tahun
karena hanya turut menyediakan alat berupa parang yang digunakan Rahmawati membantai korban dengan luka 24 tebasan disekujur tubuh Mansyur.
“Kedua terdakwa juga belum pernah dihukum sebelumnya sehingga kita berikan pertimbangan keadilan. Semua ini kita putuskan sudah memenuhi unsur rasa keadilan,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Andi Maulana juru bicara PN Sidrap, Senin (10/10).
Sementara, JPU melalui Kasi Pidum Kejari Sidrap, Idil SH menjelaskan alasannya pihaknya harus banding karena putusan MH dianggap kurang dari setengah tuntutan.
“Dakwaan kami, kan terjadi pembunuhan secara sadis dan menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja. Karena rendah dan tidak sesuai dengan harapan tuntutan kami, makanya kami nyatakan langsung banding,” ungkap Idil diamini JPU lainnya Hayomi, SH ditemui di kantornya, Senin kemarin.
Sebelumnya pelaku Rahmawati beberapa saat setelah menghabisi korban, menyerahkan diri ke Polisi dengan mengaku hanya seoran diri yang membunuh korban karena mencoba memeprkosanya.
Dalam penyidikan kasus polisi menemukan kejanggalan keterlibatan Ramli, setelah dilakukan olah TKP dan rekonstruksi ulang, terungkap Ramawati sengaja membunuh korban karena sakit hati sering disebut wanita panggilan, selain itu juga korban hendak mencoba memperkosa pelaku saat mendatangi rumah kebun milik Mansyur. (ady/B)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top