Kompetensi Guru Dianggarkan Rp5 M – Berita Kota Makassar
Metro

Kompetensi Guru Dianggarkan Rp5 M

MAKASSAR, BKM — Rendahnya kualitas dan kompetensi guru di Sulsel menimbulkan keprihatinan yang cukup besar. Karena persoalan itu, Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel berkomitmen mengikutkan seluruh guru SMA/SMK di provinsi ini pada pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kompetensi Guru.
Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo mengemukakan, tahun ini pihaknya akan mengikutkan seluruh guru yang berjumlah 14 ribu orang dalam diklat kompetensi.
Untuk keperluan itu, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
Diklat kompetensi itu rencananya akan dilakukan secara bertahap dan mulai diluncurkan 14 Oktober mendatang.
Saking pentingnya diklat tersebut, lelaki yang akrab disapa None itu mengemukakan, pihaknya membatalkan sejumlah program pelatihan yang direncanakan sebelumnya dan fokus pada peningkatan kualitas guru.
Dia menjelaskan, saat ini, kompetensi guru di Sulsel masih jauh di bawah rata-rata nasional.
Pada tahun 2015, rata-rata nilai uji kompetensi guru Sulsel berada pada angka 52,55. Sementara rata-rata nasional berada pada angka 56,69. Angka ini menempatkan Sulsel pada urutan ke-18 secara nasional.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan Sulsel, menurut Irman, kuncinya adalah memperbaiki kualitas kompetensi guru.
Dia menilai, selama ini, Disdik fokus di output, yang menghabiskan waktu, tenaga, dan sumber daya.
Diklat Kompetensi ini akan dibagi dalam 400 angkatan dengan jumlah peserta 40 orang per angkatan.
Akan digelar secara paralel di tujuh region dan akan berlangsung selama 2,5 bulan.
Modelnya, para guru akan mengikuti diklat di kampus dulu, kemudian ‘on job training’ selama dua bulan, lalu akan kembali ke kampus selama enam hari untuk evaluasi.
Diklat ini akan menghadirkan pemateri dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) yang berasal dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Adi Suryadi Culla mengatakan pemetaan hasil UKG yang rendah dalam jumlah yang besar di bawah rata-rata itu, tentu patut direspon serius.
“Ini cukup memprihatinkan. Memang harus ada inisiatif khusus dari pemerintah daerah menyelesaikan masalah,” ungkap Adi.
Dia melanjutkan, adanya political will dari Dinas Pendidikan Sulsel untuk memberi perhatian dan menyelenggarakan diklat guru merupakan langkah tepat dan patut didukung stakeholders terkait.
Namun dia menekankan, rendahnya kompetensi guru itu tidak perlu menimbulkan rasa saling menyalahkan. Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab. Diantaranya bisa bersumber dari pihak guru sendiri, sarana prasarana, atau komitnen pemerintah yang lemah.
“Faktanya, dengan hasil nilai kompetensi guru yang lemah, semua introspeksi, untuk berbenah dan memperbaiki. Khususnya bagi pemerintah salah satunya adalah segera membenahi kebijakan dengan mendorong pelatihan guru,” jelasnya.
Dia menegaskan, masalah kompetensi guru harus segera dibenahi karena menjadi salah satu penentu kualitas pendidikan. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top