Gojentakmapan

Jeneponto Butuh 16.000 Ekor Kuda

BKM/KR KULLE SUPLAI KUDA -- Bupati Ngada, Marianus Sae dan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar foto bersama pimpinan sejumlah SKPD dari dua kabupaten ini. Pemkab Ngada pun menyatakan kesiapannya mensuplai kuda ke kabupaten Jeneponto yang setiap tahun butuh minimal 12 ribu ekor.

JENEPONTO, BKM — Kebutuhan ternak kuda untuk masyarakat Jeneponto sebanyak 12 ribu ekor setiap tahun. Ini berdasarkan perhitungan orang Jeneponto melakukan pesta pernikahan enam ribu pasang setiap tahun. Ini berarti sudah 12 ribu ekor. Belum hajatan lainnya dan rumah-rumah makan yang menyajikan daging kuda. Ditambah lagi semua pasar di Jeneponto tidak ada daging lain yang dijual selain daging kuda.
”Makanya, kami butuh kuda dari Kabupaten Ngada sekitar 16 ribu ekor per tahun. Tentunya yang sehat dan legal. Makanya perlu diatur,” jelas Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar saat melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada dan Pemkab Jeneponto tentang tata niaga ternak potong yang ditandatangani langsung Bupati Ngada, Provinsi NTT, Marianus Sae dan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar didampingi Wabup Jeneponto, H Mulyadi Mustamu, di ruang pola kantor bupati Jeneponto, Senin (10/10).
Iksan Iskandar mengatakan, bupati Ngada di Jeneponto sudah tiga hari berada di Jeneponto. Ini pertanda Bupati Ngada, Marianus Sae sangat serius untuk melakukan kerjasama dalam hal tata niaga ternak potong agar tidak ada lagi permasalahan dengan adanya MoU. ”Ini suatu kebanggaan bagi kami. Semoga kami juga bisa melakukan kunjungan balasan ke kabupaten Ngada,” harap Iksan.
Bupati Ngada mengatakan, kehadirannya di kabupaten Jeneponto untuk melakukan MoU guna mengantisipasi tata niaga ternak potong dan mencegah permasaalahan di pelabuhan Ngada. ”Tata niaga ternak potong seperti kuda, sudah lama berlangsung. Tidak ada datanya kapan ini ulai berlangsung, karena semuanya aman-aman saja. Karena setiap pemilik kuda di Ngada ketika ditanya kudanya mau dijual kemana, mereka jawab dijual ke Jeneponto,” kata Marianus seraya menambahkan, ke depan tata niaga ternak mengharuskan setiap pedagang wajib mengantongi kuota dari Pemkab Jeneponto. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top