Adnan Bingung Kasatpol PP Tersangka – Berita Kota Makassar
Headline

Adnan Bingung Kasatpol PP Tersangka

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku bingung dengan keputusan polisi menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) sebagai tersangka dalam kasus pembongkaran paksa brankas benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa beberapa waktu lalu.
Padahal, menurut Adnan, laporan pihaknya terkait hilangnya 29 permata yang melekat di Salokoa (mahkota raja) telah lebih dahulu masuk, yakni pada hari Selasa. Sementara laporan pembongkaran brankas benda pusaka oleh pihak lain dilakukan sehari setelahnya, yakni Rabu.
Kebingungan itu disampaikan Adnan kepada sejumlah wartawan di sela launching Rubik KSM Lassiajariki di Kelurahan Mawang, Selasa (11/10) siang.
Menurut Bupati, persoalan inti sudah dilaporkan ke Polda Sulsel, yakni hilangnya permata yang melekat di benda-benda pusaka. Sayangnya, tambah putra Ichsan Yasin Limpo ini, justru pihak Polda lebih dahulu menindaklanjuti laporan pihak lain.
“Persoalan intinya disini, kami terlebih dahulu melaporkan. Hari Selasa kami laporkan, kemudian pihak lain (keluarga kerajaan) hari Rabu baru melapor. Tapi anehnya, kenapa yang ditindaklanjuti lebih dahulu adalah laporan pihak keluarga kerajaan. Seharusnya, laporan hilangnya permata yang lebih duluan harus ditangani,” cetus Adnan.
Karena itu, dalam waktu dekat Adnan akan menemui Kapolda Sulsel untuk membicarakan hal tersebut. Dengan harapan bahwa laporan atas hilangnya permata-permata pada Salokoa dan benda-benda pusaka lainnya bisa ditangani oleh pihak kepolisian terlebih dahulu.
“Saya saat ini sedang berusaha untuk ketemu dengan Pak Kapolda untuk membicarakan hal ini,” ujarnya.
Ditanya soal penangkapan beberapa tersangka pembakaran gedung kantor DPRD Gowa, menurut Adnan kasus yang merugikan negara itu hingga kini belum ada kejelasan tuntas atau tidak. Karena belum menangkap otak intelektual dari tindakan tersebut.
“Terkait pembakaran gedung DPRD, saat ini yang ditangkap baru pelaku-pelakunya. Belum jenderal lapangannya. Otak pelakunya kenapa sampai sekarang belum ditangkap, padahal para pengunjuk rasa yang saat itu yang diduga menjadi pelaku pembakaran gedung sudah diketahui. Termasuk siapa di baliknya,” terang Adnan.
“Kita tahu rapatnya dimana, kediaman siapa. Terus, sebelum melakukan aksi pembakaran di gedung DPRD itu startnya dimana, dan setelah melakukan aksi pembakaran finisnya dimana. Semuanya terekam dalam CCTV dan kami semua punya buktinya. Itu juga sudah diserahkan ke polisi,” tandas bupati. Seperti diketahui, Kasat Pol PP Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro sudah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah menjalani pemeriksaan pada panggilan keduanya di Polda pada Senin (10/10). Ia diperiksa kurang lebih lima jam.
Kadis Pariwisata Gowa, Andi Rimba Alam Pangeran juga disebut-sebut telah menjalani pemeriksaan terkait kasus ini. Namun ketika berusaha dikonfirmasi, kemarin, HPnya yang berkali-kali dihubungi, tidak diangkat meski dalam kondisi aktif.
Disebutkan, Rimba Alam diperiksa, Selasa (11/10). Tapi informasi yang diperoleh dari Polda, Rimba Alam juga diperiksa pada hari yang sama dengan kedatangan Alimuddin Tiro di Mapolda. Namun kehadirannya tak diketahui wartawan. (ish-sar/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top