Gojentakmapan

Tiga Dugaan Korupsi di Maros Segera Disidangkan

MAROS, BKM — Tiga kasus dugaan korupsi yang sementara ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros pekan depan akan disidangkan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Makassar. Kepala Seksi Intelijen (kasi Intel) Kejaksaan Negeri Maros, Harry Surahman, menjelaskan, tiga kasus dugaan korupsi yang dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Makassar, sudah akan disidangkan pekan depan dengan hari berbeda.
Ditambahkan, jadual sidang ketiga kasus dugaan korupsi itu baru diterimanya dari pengadilan Tipikor. Ketiga kasus tersebut, yakni kasus bedah rumah Baji Pammai yang melibatkan mantan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Haeruddin Basri dan Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Baji Pammai, Agus Salim ditetapkan sebagai tersangka.
Selain itu, kasus dugaan korupsi lainnya yakni dugaan korupsi program simpan pinjam Perempuan (SPP) PNPM Mandiri di kecamatan Tompobulu, dengan tersangka Hamsiah. Sementara kasus ketiga, dugaan korupsi dana BOS dan dana komite SMA 10 Simbang dengan tersangka Kepala SMA 10 Simbang, Muhammad Jafar.
”Kami sudah mendapatkan jawaban dari pengadilan Tipikor terkait jadual sidang ketiga kasus yang kami ajukan. Ketiganya akan disidangkan dihari yang berbeda. Jadualnya pekan depan, ada yang hari Selasa dan Kamis. Jadual sidang ini sudah lama kami tunggu-tunggu. Karena memang empat tersangka dari tiga kasus ini sudah lama kami tahan,” jelasnya kemarin.
Harry menambahkan, untuk ketiga kasus ini dtangani 5 orang jaksa yang dikoordinatori Kasipidsus Hirawanty Adhiayaksa. Ia ditemani empat orang jaksa lain, yakni Harry Surahman, Jatmiko Rahardjo, Davied Setiawan Ansyar, dan Muhammad Koharuddin. Kelima orang jaksa ini akan bergilir menjalankan perannya sebagai JPU dalam kasus yang akan sidang.
”Jaksa penuntut umumnya ya kami semua. Kami membentuk tim untuk penanganan kasus tersebut sampai kepada sidangnya,” jelasnya.
Selain ketiga kasus tersebut, kata Harry, saat ini juga ada satu kasus dugaan korupsi PNPM yang sedang sidang, berdasarkan masukan dari kantor Kejaksaan Cabang Camba. Berdasarkan hasil penyelidikan kasus tersebut, ditemukan kerugian negara sebesar Rp223 juta. Dalam kasus yang telah menjalani sidang perdana hari Kamis lalu ini, terdakwa Rudi Hartono telah mengembalikan uang negara sebesar Rp100 juta lebih. ”Selain kasus yang ditangani Kejari Maros, ada juga 1 kasus dugaan korupsi PNPM di kecamatan Camba yang ditangani Kacabjari Camba dan telah menjalani sidang perdana Kamis kemarin. Kami sudah mendapatkan laporannya,” jelasnya. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top