Polisi Bidik Tersangka Baru Perusak Brankas Benda Pusaka – Berita Kota Makassar
Headline

Polisi Bidik Tersangka Baru Perusak Brankas Benda Pusaka

MAKASSAR, BKM — Tersangka perusak brankas benda pusaka Kerajaan Gowa kemungkinan bisa bertambah. Penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel menyebut masih ada dua orang lainnya yang akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Mereka dibidik sebagai tersangka baru dalam kasus ini.
Kemarin, penyidik Ditreskrimum memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro. Ia yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini sejak Selasa (4/10) lalu, datang memenuhi panggilan kedua yang dilayangkan penyidik.
Alimuddin tak sendirian datang ke Mapolda Sulsel. Ia dikawal anak buahnya dari kantor Satpol PP Gowa.
Datang sekitar pukul 11.00 Wita, Alimuddin langsung naik ke lantai II kantor Ditreskrimum Polda. Para pegawai yang ikut bersamanya ikut pula naik. Mereka terlihat memadati koridor lantai II mapolda.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera yang ditemui, Senin (10/10) sore, mengatakan tersangka masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Ditreskrimum. Dia belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh terkait pemeriksaan tersebut.
Frans Barung hanya menyebutkan, menyusul penetapan Alimuddin Tiro sebagai tersangka dalam kasus pembongkaran brankas penyimpanan benda pusaka Kerajaan Gowa, akan ada pihak lain yang dimintai keterangannya.
”Pada saat pembongkaran itu kan tentu ada pihak lain yang menyaksikannya. Mereka itulah yang akan diperiksa dan dimintai keterangannya. Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangkanya akan bertambah. Itu akan diketahui dari keterangan saksi-saksi yang diperiksa nantinya,” jelas Frans Barung.
Alimuddin menjalani pemeriksaan hingga petang. Ia baru keluar dari ruang penyidik menjelang salat magrib. Setelah itu Alimuddin meninggalkan mapolda bersama puluhan Satpol PP yang mengawalnya. Dia tak memberi keterangan apapun kepada wartawan yang sedari awal menunggunya.
Menurut Frans Barung, penyidik tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, karena untuk subyektif dan obyektif terpenuhi. ”Tersangka cukup kooperatif dan tidak akan melatikan diri, sehingga tidak ditahan,” ujarnya, malam tadi.
Sebelumnya, kata Frans Barung, kasus ini dilaporkan keluarga kerajaan Gowa, Andi Maddusila terkait kasus pengrusakan brankas tempat penyimpanan benda-benda pusaka di Istana Balla Lompoa. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LPB/506/IX/2016/SPKT tanggal 8 September 2016.
Terpisah, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas, Prof Aminuddin Ilmar, menilai penetapan sebagai tersangka atas diri Alimuddin Tiro sangat prematur dan terkesan dipaksakan. Dari kacamatanya, Prof Ilmar melihat ada fakta hukum lain yang diabaikan oleh Polda Sulsel.
”Saya melihat ini terlalu prematur. Pertama pelaksanaan pembongkaran itu dilakukan setelah Perda LAD disahkan. Berarti pada saat itu, museum Balla Lompoa dan isinya sudah dalam pengawasan dan pengamanan pemkab. Posisi Satpol sebagai penegak perda memiliki kewenangan disitu,” kata Prof Ilmar, kemarin.
Seharusnya, kata Prof Ilmar, Polda mempertegas dulu secara hukum status Museum Balla Lompoa. Sebab Balla Lompoa dengan isinya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. “Soal benda-benda itu tidak tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya, yang kemudian jadi alasan polda menyimpulkan itu milik keluarga kerajaan. Harus diingat bahwa itu satu kesatuan dengan Museum Balla Lompoa yang tercatat sebagai cagar budaya,” terang Prof Ilmar lagi.
Prof Ilmar menyebutkan Polda kurang hati-hati dalam menangani kasus ini. Ia bahkan menyebut pelaporan terkait pembongkaran itu sudah harus ditelisik terlebih dahulu sebelum ditangani.
“Kan aneh, saat pemkab memiliki bukti kepemilikan dan kewajiban pengawasan serta pengamanan, dan saat itu dijalankan, ada yang melaporkannya,” jelasnya.
Dia menilai bahwa langkah Polda dalam kondisi ini akan memunculkan persoalan baru. “Bagaimana jika pemkab lepas tangan dan tidak mau lagi mengurusi soal Balla Lompoa dan isinya. Itu persoalan baru lagi kan,” tandasnya. (ish-sar/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top