Pascapengunduran Diri AIM dari Golkar – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Pascapengunduran Diri AIM dari Golkar

POLEWALI, BKM — Setidaknya terdapat 16 Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ikut memilih mundur pasca-Andi Ibrahim Masdar (AIM) selaku ketua DPD Partai Golkar Polewali Mandar (Polman) menyampaikan surat pengunduran diri dari partai berlambang pohon beringin itu.
”Saya secara resmi mundur dari partai Golkar sejak 6 Oktober 2016. Dan ada 16 PAC Golkar Polman turut menyatakan mundur dari kepengurusan ini,” kata Andi Ibrahim Masdar yang juga bupati Polman, Minggu (9/10).
Menurutnya, 16 PAC Golkar yang menyatakan mundur masing-masing PAC Kecamatan Polewali, PAC Binuang, PAC Anreapi, PAC Tapango, PAC Matakali, PAC Wonomulyo, PAC Matangga, PAC Tutar, PAC Mapili, PAC Luyo, PAC Bulo, PAC Limboro, PAC Campalagian, PAC Tinambung, PAC Tubi, dan PAC Alu.
Mantan ketua partai Golkar Polman ini menyatakan, pengunduran dirinya dari partai berlambang pohon beringin beserta pengurusnya tanpa ada tekanan dari pihak manapun. ”Jadi selain saya yang mundur, ada 16 PAC yang sudah menandatangani pengunduran diri dari Golkar. Mereka secara ramai-ramai memilih mundur mengikuti keputusan saya tanpa ada paksaan,” terang AIM sapaan akrab Andi Ibrahim Masdar.
AIM memilih mundur dari partai beringin karena sikap DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Golkar yang awalnya hendak mengusung pasangan Hasanuddin Masud-Syibli Sahabuddin lalu kemudian mengubah keputusannya dengan memilih mengusung Salim S Mengga-Hasanuddin Masud. Usungan Golkar ini bukan kader Golkar. Parahnya lagi, karena Golkar tak lagi mengikuti aturan yang telah ada. Yakni memilih pasangan calon gubernur berdasarkan survei,” sesal AIM.
Dalam organisasi partai Golkar kata dia, maka sejatinya merujuk pada aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Tetapi, aturan itu semuanya dilanggar DPP Golkar. ”Sejujurnya, semua DPD Golkar di Sulbar mengusulkan calon gubernur, Ali Baal Masdar. Dan itu memang memiliki survei tertinggi dari kandidat lainnya,” jelas AIM.
Karena tak sejalan dengan keputusan partai Golkar, kata dia, maka ia memilih menepi untuk mengurusi pemerintahan di kabupaten Polman. (ala/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top