SKPD Jadi Sasaran Pemerasan LSM – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

SKPD Jadi Sasaran Pemerasan LSM

BKM/KR KULLE RAPAT SOSIALISASI -- Suasana rapat sosialisasi pencegahan korupsi di Jeneponto.

JENEPONTO, BKM — Sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto mengeluhkan praktik beberapa oknum Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) baik yang berasal dari kabupaten Jeneponto maupun dari luar Jeneponto. Para pimpinan SKPD ini telah menjadi sasaran pemerasan oknum LSM.
Dalam menjalankan aksinya, mereka berlagak seperti preman dan bergaya pemeriksa. Ujung-ujungnya mereka hanya meminta uang. Saat meminta uang, mereka juga melakukan pengancaman jika pimpinan SKPD itu tidak memberikan uang. Mereka mengancam akan melaporkan pimpinan SKPD itu ke Polres Jeneponto, Polda Sulsel, Kapolri, hingga ke KPK di Jakarta.
”Kami di SKPD teknis jelas sangat terganggu. Ini tentu juga berdampak pada minimnya penyerapan anggaran. Karena para pimpinan SKPD takut melaksanakan proyek baik yang dibiayai melalui APBD kabupaten dan provinsi, serta APBN. ”Untuk itu, kami selaku salah satu pimpinan SKPD berharap kepada Kapolres Jeneponto untuk tidak meladeni laporan LSM yang bukan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), inspektorat BPK maupun BPKP,” tutur Kadis Pekerjaan Umum Jeneponto, H Abd Malik di sela-sela rapat sosialisasi pencegahan korupsi.
Sosialisasi ini turut dihadiri Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, Kapolres Jeneponto, AKBP Joko Purnomo, para pimpinan SKPD serta perwira Polres Jeneponto, di ruang rapat lantai 2 Polres Jeneponto, Kamis (6/10).
Diutarakan, soal oknum LSM itu sudah membuat mereka menderita batin. Karena mereka telah dikata-katai kita bodoh, korupsi dan lainnya. Tolong solusi apa yang akan membuat oknum LSM ini menghentikan praktik pungli maupun pemerasan. Ditakutkan ada gesekan fisik karena kita juga manusia punya hati dan punya juga keluarga besar yang tidak mau melihat kita dipermalukan d idepan orang banyak yang tidak dilakukan apa yang dituduhkan oknum LSM itu,” jelas Abd Malik.
Hal senada disampaikan Kadis Dukcapil Jeneponto, H Baharuddin Nai. Dikatakan, beberapa oknum LSM telah membuatnya naik pitam karena dengan seenaknya menuduh dirinya telah melakukan Pungli dan pemerasan terhadap warga yang membutuhkan KTP, KK, maupun akte kelahiran. ”Semua kejadiannya di luar kantor. Kita telah dituduh Pungli dan memeras. Tolong pak Kapolres, solusi apa yang baik saya tempuh untuk menghadapi oknum LSM yang demikian.
Sedangkan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengatakan, jika para pimpinan SKPD sudah bekerja sesuai mekanisme yang berlaku, tidak usah takut dicemooh maupun dicela. ”Masukan dari pimpinan SKPD sudah kami laksanakan. Tidak ada itu laporan LSM yang masuk ditanggapi dan tidak ditindaklanjuti. Kecuali hasil temuan inspektorat, BPK, maupun BPKP. Itu yang kami proses. Jadi kerja saja yang jujur dan akuntabel dan terukur. Kalau ada oknum mengancam dan meminta-minta uang, laporkan saja. Nanti kami panggil dan proses hukum,” jelas Joko Sumarno. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top