Berita Kota Makassar | PU Pasrah Anggarannya Dipangkas
Metro

PU Pasrah Anggarannya Dipangkas

MAKASSAR, BKM– Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Ansar mengaku sama sekali tidak mencemaskan wacana dari sejumlah anggota DPRD Kota Makassar yang akan memangkas anggaran pembangunan jembatan di APBD Perubahan 2016, sebesar Rp90,8 miliar.
Menurut Ansar, jika anggaran pembangunan jembatan benar benar dipangkas di APBD-P 2016, maka pihaknya tentu hanya dapat melakukan pembangunan jembatan sesuai besaran anggaran.
Bahkan kemungkinan hanya bisa membangun satu jembatan dari dua jembatan yang direncanakan.
“Memang ada dua jembatan di Makassar akan dibangun. Dari dua jembatan tersebut baru satu yang sudah selesai proses tender dengan sistem penunjukkan langsung. Jadi disitulah kita lihat, kalau anggarannya hanya mampu menyelesaikan satu jembatan, sampai disitumi saja,” tegas Ansar ke BKM, Jumat (7/10).
Terkait lokasi pembangunan jembatan di Makassar serta pemegang tender, Ansar mengaku belum mendapat data yang jelas. Namun dia memastikan pembangunan jembatan tetap berjalan dan tidak dapat memastikan dua jembatan tetap melanjutkan proses pembangunannya.
“Saya belum tahu pasti siapa pemenang tender itu dan dimana lokasinya. Jelasnya, kita akan melakukan pembangunan sesuai anggaran saja,” singkatnya.
Sebelumnya anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menyoroti usulan penambahan anggaran Dinas PU Makassar.
Anggota Banggar, Basdir mengatakan, usulan anggaran untuk program pembangunan jalan dan jembatan dengan waktu penggunaan anggaran yang singkat itu dianggap terlalu berisiko. Mengingat disisa waktu yang ada ini sangat minim, sehingga besar kemungkinan anggaran sebesar tidak terserap secara maksimal.
“Hingga saat akhir September ini APBD P belum dibahas. Jadi anggaran itu jika disepakati kecil peluang digunakan. Menurut saya lebih baik dialihkan untuk program lain,” ungkap di gedung DPRD Makassar.
Apalagi, salah satu hambatan penggunaan anggaran itu, terkait proses tender atau lelang. Proses tender kata dia menghabiskan waktu selama satu bulan sebelum dikerjakan fisik.
Basdir menjelaskan, anggaran sebesar itu semestinya di masukkan dalam pembahasan APBD Pokok agar ada waktu yang cukup lama untuk merealisasikan program. Hanya saja, jika dimasukkan dalam APBD Perubahan maka anggaran itu bisa saja menjadi dana lebih sisa perhitungan anggaran (Silpa).
“Perencanaan pemerintah kota belum matang. Kami telah menjelaskan sejak pembahasan Pokok pada 2015 lalu agar pembangunan fisik dimasukkan di APBD Pokok, bukan di perubahan karena resiko,” katanya.
Diketahui pada pembahasan ABPD Pokok 2016, pada November 2015 lalu, Dinas PU Makassar mengusulkan anggaran sebesar Rp11,4 milliar lebih untuk program. Sementara pembahasan APBD Perubahan diusulkan penambahan sebesar Rp90, 8 milliar atau secara keseluruhan Rp102 milliar lebih. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top