Politik

Pilbup 2018, Lima Petahana Belum Aman

MAKASSAR, BKM–Pemilihan bupati (Pilbup) serentak yang akan digelar di Sulsel pada 2018 mendatang diprediksi bakal berjalan sangat ketat, khususnya bagi daerah yang diikuti sang petahana.
Dari 12 daerah tersebut, ada tujuh kabupaten/kota yang hampir dipastikan kepala daerahnya akan maju kembali. Masing-masing, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Wali Kota Palopo Judas Amir, Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi, Bupati Enrekang Muslimin Bando, Bupati Sinjai Sabirin M Yahya, serta Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.
Dari tujuh daerah yang akan diikuti petahana sedikitnya lima kandidat harus bekerja keras untuk mengamankan tingkat penerimaan publik serta tingkat kesukaan masyarakat atas kinerjanya selama ini. Hal tersebut merupakan analisa dari lembaga survei dan konsultan politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), “Iya dari tujuh petahana, ada lima yang masih butuh kerja keras untuk bisa terpilih kembali. Mereka adalah, Moh Ramdhan Pomanto, Taufan Pawe, Judas Amir, Muslimin Bando, serta Sabirin Yahya,”ujar konsultan pemenangan JSI Arif Saleh, Minggu (9/10).
Menurut Arif, semua kepala daerah yang mau maju kembali, sebenarnya belum ada yang bisa kita prediksikan di posisi aman. Hanya saja dari tujuh daerah diatas, sedikitnya lima kandidat memang dinamikanya sangat tinggi,”jelasnya.
Di Makassar, lanjut Arif, karakter pemilihnya sangat dinamis, meski posisi Danny masih baik. “Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Danny sebenarnya tidak buruk. Banyak capaian yang sudah ditorehkan. Cuma dinamika politik di perkotaan itu sangat dinamis dan memungkinkan berubah. Apalagi kalau muncul figur penantang yang kuat,”ujarnya.
Tak jauh beda akan dialami Judas, apalagi kabar pecah kongsi dengan wakilnya semakin membuat dirinya harus bekerja ekstra. “Banyak celah bisa dimanfaatkan oleh para rivalnya untuk mengalahkannya. Dan itu bisa merugikan kalau Judas tidak mampu mengantisipasi. Belum lagi kalau sampai para bakal calon rivalnya menyatu membangun kekuatan,”tuturnya.
Khusus Muslimin Bando, meski kinerjanya selama ini banyak menuai kritikan, termasuk pengelolaan keuangan daerahnya yang tidak wajar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun sejauh ini, figur-figur calon penantangnya, belum menunjukkan “perlawanan” berarti.
Situasi berbeda di Sinjai lantaran petahana dipersepsikan lemah, dan kinerjanya kurang maksimal. Di tambah lagi, calon penantangnya yang dari segi figuritas dan modal finansial cukup memadai. Tentu ini menjadi warning bagi petahana.
Fashar di Bone dan Iksan di Jeneponto masih memiliki peluang untuk terpilih kembali dibanding lima petahana lainnya. Alasannya, figuritas keduanya masih tergolong kuat, serta capaian-capaian selama menjabat banyak menuai keberhasilan dan punya kedekatan dengan rakyatnya. (rif)

Dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad mengemukakan bila tak hanya politisi yang dapat bersaing di kontestasi Pilbup atau Pilwali, namun akademisi juga memiliki kemampuan untuk bertarung. Menurutnya, akademisi memiliki kompetensi dalam ilmu pemerintahan, akademisi yang juga bergelut dalam dunia politik tak sedikit yang memiliki popularitas yang cukup baik di masyarakat dan kalangan mahasiswa. “Pilkada bukan hanya diperuntukkan untuk kader partai saja, melainkan sudah banyak figur berlatang belakang akademisi yang ikut bertarung dan sukses. “Sebelumnya ada Prof Mansur Ramli yang pernah pernah maju di Pilgub Sulsel, Prof Nurdin Abdullah hingga Dr Hasbi Ali di Pilwali Makassar. Nama baru yang kini muncul di Makassar yakni Andi Mustaman,”ujar Firdaus, Minggu (9/10).
Tak hanya itu, beberapa akademisi yang pernah menjadi kepala daerah yang sukses seperti HM Roem.
Firdaus menambahkan saat ini muncul akademisi di Pilgub DKI yakni Anies Baswedan.
Meski demikian, Firdaus tetap menyarankan kepada akademisi yang terikat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. “Akademisi harus berpikir dua kali untuk maju di Pilkada karena harus mundur dari PNS saat mendaftar di KPU,”pungkasnya. (ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top