Sulselbar

Pengurus Panti Tolak Warga Binaannya Kembali

PAREPARE, BKM — Warga panti jompo Fatih (70) berkeliaran diluar tanpa arah yang jelas, sehingga warga melaporkan ke lurah Cappa Galung Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Sabtu (8/10) malam.
Lurah Cappa Galung, Rusdiana bersama warga mengembalikan Fatih kembali ke panti jompo, namun justru ditolak oleh pengurus panti jompo milik Dinas Sosial Provinsi Sulsel dengan alasan menganggu temanya di panti bahkan divonis gila.
Kasubag TU Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mappakasunggu Parepare (Panti Jompo), Rusli, bersikeras menolak menerima kembali Fatih sebagai warga jompo dengan alasan Fatih itu gila karena sering berteriak dan memukul sesama temanya. Bahkan Fatih mengambil barang temanya sendiri.
”Swalnya bagus, setelah tinggal dua hari kini sudah berubah, tidak seperti yang diharapkan. Sehingga kami panti jompo tidak bisa menerima Fatih jika begitu kelakuannya karena menganggu temanya,”tutur, Rusli.
Rusli menjelaskan sesuai aturan dan persyaratan panti Jompo, maka Fatih tidak layak masuk di sini, mestinya di rumah sakit jiwa.”Dari pada mengganggu temanya kami tidak bisa menerimanya, tanyakan saja pada temannya bagaimana sikapnya,”kilahnya.
Yang membawah Fatih ke panti Jompo, kata Rusli, yakni Dinas Sosial Kota Parepare, ia sudah satu minggu disini, namun selama tiga hari sudah berubah, sehingga pihak panti membiarkanya karena selalu mau jalan keluar,”Jadi Fatih yang pergi sendiri, kami tidak mengusirnya, kalau kita kurung maka ia buang hajat sendiri di kamarnya dan bahkan makananya dilempar sana-sini ketika diberi makanan, sehingga itula alasan kami tidak menerimanya,”katanya.
Rugiyah, salah satu tetangga kamar Fatih, mengaku tidak mau kalau ada Fatih di sini. Pasalnya, Fatih sering berteriak menganggu ketenangan kami selaku penghuni.”Tidak bisaki tidur nak, karena na gangguki,”kata Rugiyah.
Lurah Cappa Galung, Rusdiana, bingung, mau kemanakan ini Fatih, karena pihak panti menolaknya, padahal mestinya pihak panti kordinasi dengan dinas sosial saat dinas sosial yang mengantarnya ke panti jompo, bukan membiarkan pergi keliling tanpa tujuan,”soalnya ini kurang perhatian oleh pengurus panti jompo sehingga Fatih tidak diperhatikan,”tuturnya.
Rusdiana langsung memanggil dokter Iqbal untuk melihat kesehatan Fatih, apakah memang gila atau tidak, dan seketika itu datanglah tim call centre 112 bersama dr Iqbal.
”Setelah kami periksa nenek ini tidak gila, hanya sedikit stress karena memikirkan keluarganya,”tuturnya.
Iqbal yang membawah langsung Fatih ke RSU Andi Makkasau, di ruang UGD, kini masih tetap normal dalam berkomunikasi, hanya saja kurang perhatian dari pihak terkait sehingga melakukan hal-hal untuk diperhatikan.
”Fatih tidak gila, karena komunikasinya baik, kalau gila maka pasti tidak mau kita diajak bicara,”tuturnya.
Iqbal menambahkan, Fatih tidak mempunyai keluarga, kalau dirumah sakit terus siapa yang merawatnya, karena Fatih tidak sakit hanya butuh komunikasi dengan pihak keluarganya atau siapa yang merawatnya tersebut. (smr/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top