Massa Bakar Rumah Terduga Pemutilasi – Berita Kota Makassar
Headline

Massa Bakar Rumah Terduga Pemutilasi

BARRU, BKM — Ratusan orang dari keluarga korban mutilasi, Muhammad Arti alias Ohara tiba-tiba saja beraksi, Minggu (9/10). Mereka mendatangi dan membakar rumah terduga pelaku pembunuhan Ohara berinisial S di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Aksi beringas massa menyasar satu rumah dan dua kandang kambing milik S yang terletak di Dusun Mario-rio, Desa Nepo. Tak hanya itu, mereka kemudian melanjutkan aksinya dengan merusak rumah utama S di Lingkungan Mallawa.
Dengan menggunakan gergaji mesin senso, massa memotong tiang rumah hingga roboh. Rumah kayu ulin yang jadi sasaran amuk massa itu sudah ditinggal pergi keluarga S sejak ia disebut-sebut sebagai terduga pelaku pemutilasi Ohara.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian tak bisa berbuat apa-apa. Mereka tak berkutik menghadapai massa yang begitu banyak jumlahnya.
Negosiasi yang dilakukan petugas Polsek Mallusetasi dengan keluarga korban, tak membuahkan hasil. Aksi merobohkan rumah tetap dilanjutkan.
Di tengah berlanggsungnya aksi pengrusakan, terlihat Kapolres Barru, AKBP Minarto bersama Dandim 1405 Mallusetasi, Letkol CZI Syarifuddin Sara didampingi Kapolsek Mallusetasi AKP Syarifuddin.
Kapolres Barru, AKBP Minarto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus terbunuhnya Muh Arti. ”Kami belum bisa publikasikan siapa yang jadi terduga pelaku, karena proses penyelidikan masih terus dilakukan. Kita terus memantau keberadaan terduga pelaku,” ujarnya.
Minarto terkesan begitu berhati-hati memberikan penjelasan soal belum adanya pihak terduga pelaku yang diamankan. Padahal peristiwa ditemukannya mayat Ohara yang tanpa kepala sudah hampir sebulan lamanya.
“Tim kita sudah sebar di berbagai titik untuk mendeteksi lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian pelaku,” kata Minarto.
Sementara itu, salah seorang sepupu korban pembunuhan bernama Sitti Arafah, mengaku kecewa dengan langkah aparat kepolisian yang terkesan lamban dalam menangani kasus pembunuhan Muh Arti. Arafah mewakili keluarga mewarning kapolres untuk segera menangkap terduga pelaku. “Jika pihak kepolisian tidak bertindak cepat, maka ada kekhawatiran kasus serupa akan terulang,” tandas Arafah.
Dikonfirmasi terpisah, kemarin, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyayangkan aksi massa yang main hakim sendiri. Diapun menyerukan kepada penyidik Polres Barru untuk secepatnya mengungkap kasus ini.
“Sebenarnya massa tidak boleh main hakim sendiri. Biarkan pihakkepolisian melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya. Sementara pihak kepolisian dalam melakukan proses penyelidikan jangan sampai lamban. Segera ungkap siapa pelaku dan apa motifnya,” tandas Frans Barung. (udi-ish/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top