Headline

Kasatpol PP Terancam Dipanggil Paksa

GOWA, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro terancam dipanggil paksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel). Langkah tersebut ditempuh jikaAlimuddin yang juga Asisten I Pemkab Gowa itu tidak memenuhi panggilan yang dilayangkan polisi untuk ketiga kalinya.
”Kalau memang panggilan ketiga dia tidak datang, tentu akan dilakukan langkah-langkah yang sesuai prosedur. Salah satunya pemanggilan paksa,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Frans Barung Mangera yang dihubungi, Minggu (9/10).
Dijelaskan Frans Barung, penyidik telah melakukan pemanggilan pertama, namun Alimuddin tak datang. Selanjutnya dilayangkan pemanggilan kedua. Alimuddin diminta datang menghadap penyidik Polda Sulsel hari ini, Senin (10/10).
Kemungkinan dia juga tak bisa memenuhi panggilan kedua ini, karena informasi yang diperoleh BKM, kemarin, Alimuddin sedang mengikuti pendidikan dan latihan pimpinan (Diklatpim) II di Lembaga Administrasi Negara (LAN). Hal itu juga terkonfirmasi dari Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gowa, Andi Tenri Tahri.
Menurut Tenri, Alimuddin mengikuti Diklatpim bersama Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKDD) Gowa, Indra Setiawan Abbas. ”Memang benar, Pak Alimuddin sedang melaksanakan Diklatpim II di LAN. Terkait apakah akan memenuhi panggilan polisi, saya tidak tahu itu,” terangnya, kemarin.
Alimuddin yang berusaha dikonfirmasi terkait kesiapannya untuk memenuhi panggilan penyidik, tidak berhasil. Pada hari Sabtu (8/10), ia tidak menjawab panggilan meski HPnya aktif. Dihubungi lagi kemarin, mantan Camat Bontonompo ini pun lagi-lagi tak mengangkat ponselnya. Bahkan panggilan setelah itu, HPnya sudah tak aktif lagi.
Sementara Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni yang juga dikonfirnasi via ponselnya, tak mau banyak komentar. Wabup hanya mengatakan nanti hari Senin saja.
Sebelumnya, sejak Selasa (4/10), penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel menetapkan Alimuddin Tiro sebagai tersangka dalam kasus pembongkaran brankas benda pusaka Balla Lompoa. Hal itu disampaikan Kasubdit Rekrimum Polda Sulsel, AKBP Anwar, Sabtu (8/10).
“Ya, benar, Kasat Pol PP Gowa, Alimuddin Tiro telah kita tetapkan sebagai tersangka kasus pengrusakan brankas Istana Balla Lompoa sejak Selasa lalu. Yang bersangkutan juga telah kita panggil untuk hadir ke polda, namun sampai sekarang tidak memenuhi panggilan kami,” kata Anwar.
Penetapan terangka terhadap Alimuddin Tiro dilakukan berdasarkan laporan keluarga keturunan Kerajaan Gowa. Tersangka telah diminta datang ke Mapolda Sulsel pada hari Selasa pekan lalu sesuai surat panggilan pertama. Namun karena mangkir, surat panggilan kedua dilayangkan, Jumat (7/10). Alimuddin diminta datang hari ini, Senin (10/10).
“Kita sudah melakukan panggilan pertama dan kedua. Kita berharap yang bersangkutan memenuhi pangilan kedua Senin besok (hari ini), ” jelas Anwar.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, sehari sebelum pelaksanaan pencucian benda pusaka kerajaan yang jatuh pada Idul Adha, Pemkab Gowa melakukan persiapan pencucian. Diawali dengan sejumlah prosesi. Termasuk memeriksa benda yang akan dicuci, yang selama ini tersimpan dalam brankas tua milik museum Istana Balla Lompoa.
Karena kunci kamar penyimpanan serta brankas dipegang oleh Andi Maddusila, dan dengan alasan dua kali utusan Pemkab Gowa dalam hal ini Kadis Pariwisata, Andi Rimba Alam Pangeran datang untuk meminta kunci namun tidak diberikan oleh Andi Maddusila, pemkab memutuskan melakukan pembongkaran paksa yang disepakati bersama dengan para muspida.
Akhirnya pembongkaran dilakukan sejak sore hingga malam, dengan memakan waktu berkisar tiga jam. Brankas terbuka setelah dirusak menggunakan linggis dan peralatan baja lainnya. Keterlibatan Kasat Pol PP Gowa, Alimuddin Tiro dalam pembongkaran itu terlihat jelas sehingga dia pun ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan atas laporan keluarga keturunan Kerajaan Gowa.
Pembongkaran kamar dan brankas benda pusaka itu berlangsung Minggu (11/9) malam, disaksikan Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malagganni, Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate dan sejumlah pihak yang dilibatkan oleh Pemkab Gowa. (sar/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top