Sulselbar

Hilang Sembilan Hari, Tiga Warga Sinjai Ditemukan Selamat

MENGAPUNG -- Suasana rumah H Abdul Hakim yang didatangi sanak keluarga yang ingin mengetahui kondisinya setelah ditemukan mengapung di laut lepas selama sembilan hari.

SINJAI, BKM — Kapal nelayan asal Kabupaten Sinjai KLM Idil Pratama yang sebelumnya mengalami hilang kontak kini berhasil ditemukan.
Seluruh awak kapal yang berjumlah lima orang termasuk nakoda dalam kondisi selamat.
Kapal dengan ukuran GT 25 ini berlayar dari
Pelabuhan Cappa Ujung Sinjai menuju Pulau Lauleba (Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal berlayar sejak 26 September 2016.
Enam orang yang menumpang kapal tersebut yakni Heri 35 (Nakhoda), Ruben (30) , H.Abd.Hakim (43) sebagai pemilik kapal, Faisal (18) dan Mustari (18)
Kronologi kejadian rusaknya kapal di tengah laut mempunyai kisah tersendiri bagi sang nahkoda, Faisal dan Israil. Mereka sisa menunggu perahu mereka karena mesin kapal rusak sehingga terapung-apung beberapa hari di Laut Larantuka, NTT.
Gayung bersambut Faisal dkk akhirnya ditolong ABK kapal pengangkut kayu tujuan Maumere, yang kebetulan melintas di perairan itu per 1/10 dengan cara menarik perahu mereka ke pulau Larantuka NTT guna memperbaiki mesin kapal yang rusak kemudian kembali mencari ketiga rekannya yang sebelumnya pergi mencari bantuan yakni
H Abd Hakim, sang pemilik kapal dan Mustari.
Sayangnya dalam perjalannya mencari bantuan justru mereka mengapung di laut lepas selama sembilan hari hari dan kedua rekannya kembali ditemukan oleh KLM Pusaka Rahmat.
Nahkodah KLM Pustaka Rahmat Janter mengatakan H Abd Hakim dan kedua rekannya ditemukan sekitar pukul jam 11.00 Wita.
”Kami melihat ada rakit dan orang diatasnya sedang melambaikan kain lalu kami menghampiri dan menolongnya saya bertolak dari pelabuhan Tuju Tuju Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone memuat beras menuju NTT,” katanya.
”Kami temukan ketiganya di peraian antara Selayar dan Flores sekitar 15 mil bergeser ke utara dan alhamdulillah mereka sehat sehat,” tandas Janter.
Sementara H Abd Hakim yang dikonfirmasi via ponsel menjelaskan dirinya meninggalkan kapal yang ditumpangi dari Sinjai sekitar jam 9.00 pagi, Jumat (30/9) untuk mencari bantuan.
Namun dalam perjalanan rakit yang mereka tumpangi diterjang ombak besar dan ketiganya terseret ke laut lepas.
”Syukur setelah sembilan hari kami ditemukan oleh KLM Pusaka Rahmat dengan selamat,” katanya. (din/E)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top