Warga Dua Kecamatan Mengadu ke DPRD – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Warga Dua Kecamatan Mengadu ke DPRD

MENGADU -- Warga di dua kecamatan di Kabupaten Sinjai mendatangi Gedung DPRD untuk mengadukan persoalan lahan mereka

SINJAI, BKM — Masyarakat dari dua kecamatan yakni Kecamatan Sinjai Selatan Desa Boja dan Desa serta dan Desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong mengadu ke DPRD. Mereka mendatangi gedung dewan didampingi Lembaga Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran Serta Pemberdayaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Kedatang masyarakat dari dua kecamatan tersebut untuk beraudiensi dengan dewan dan pimpinan SKPD di Ruang Rapat DPRD Sinjai, Kamis (6/10).
Ketua Lembaga Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran serta Pemberdayaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Bustan Dg Tunru saat audiens dengan sejumlah SKPD mengatakan ada beberapa lahan warga di Boja yang hanya tinggal bebatuan karena terkikis namun tetap membayar PBB.
“Seharusnya Dispenda tTidak lagi memungut PBB karena lahan warga sudah tidak produktif lagi. Makanya, saya minta Dinas PU agar kesana di lokasi melihat kondisi lahan warga yang sudah terkikis agar bisa dicarikan solusi,” ujarnya.
Selain itu, ada Jalan di Maroanging yang hingga kini juga belum pernah diperbaiki.
Untuk Dinas Perkebunan dan Kehutanan, saya minta agar oknum yang sering menakut-nakuti warga Boja dengan mengatakan lahan mereka akan dijadikan hutan lindung agar dusikapi oleh Dinas Kehutanan.
“Ada ketakutan masyarakat di Boja karena sering ditakut-takuti pemukiman mereka akan dijadikan hutan lindung dan disana ada sekitar 100 KK, makanya sebelum masyarakat bertindak agar oknum tersebut dicari oleh Dinas Kehutanan,”ujarnya
Selain itu, ada raskin di Desa Bontokatute, Kecamatan Sinjai Borong yang dijual Rp 25 ribu namun hanya berkisar 12 liter.
“Terkhusus kepada PLN sudah banyak menimbulkan masalah di Kecamatan Sinjai Borong. Ada rumah warga di Sana sudah ada yang dipasangi oleh Instalasi oleh oknum PLN sejak tahun 2014, namun sampai sekarang hanya menjadi hiasan bahkan uang warga sudah diambil Rp 3,5 juta per KK namun KWHnya tidak kunjung datang.
Indikasi ada penipuan terhadap 86 KK di Desa Bontokatute dan Barambang di Kecamatan Sinjai Borong ini dilakukan oleh Amir yang merupakan Dirut CV Humairah dengan total kerugian warga Rp 300juta. Sempat menyala 3 bulan dengan menggunakan KWH pembanding namun diputus oleh PLN.
Ketua Komisi II DPRD Sinjai, H Abd Salam Dg Bali mengatakan persoalan di Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan ini memang perlu disikapi. “Yang jelas Kadesnya disana harus turun tangan agar persoalan warga disana tidak berlarut-larut. Ini kan setiap Desa ada ADD jadi kalau ada keluhan warga itu bisa tercover di ADD,”ungkapnya
Sekkab Sinjai, H Taiyeb A Mappasere mengatakan persoalan Raskin ini selalu kita tekankan agar tepat sasaran.
“Kami selalu tekankan agar persoalan raskin ini harus tepat sasaran. Makanya saya selalu menyampaikan ke Kades agar raskin dari Bulog ditimbang setelah sampai di Desa agar tidak ada celah untuk bermain,”pungkasnya
Terkait dengan persoalan PLN di Maroanging, itu bukan ulah PLN melainkan ulah oknum instalator yang bermain. Karena instalasinya masih terpasang. (din/E)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top