Berita Kota Makassar | Selingkuh, Picu Tingginya Angka Perceraian
Sulselbar

Selingkuh, Picu Tingginya Angka Perceraian

ENREKANG, BKM — Angka perceraian di Kabupaten Enrekang mengalami peningkatan cukup signifikan terutama dalam kurun waktu 10 bulan terakhir. Periode Januari-Oktober 2016, gugatan cerai yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Enrekang mencapai 243 kasus.
Mayoritas kasus yang masuk penyebabnya adalah
akibat perselingkuhan melalaui telepon seluler (HP). Panitera Muda PA Enrekang Muyiddin mengakui meningkatnya kasus perceraian karena kedua belah pihak sudah tidak saling percaya satu sama lain.
“Sejak Januari hingga awal Oktober 2016 ini sudah 243 pasangan yang mengajukan cerai dan setiap tahunya meningkat. Rata-rata kasus perselingkuhan melalui HP,”ungkap Muyiddin panitera mudah gugatan Pengadilan Agama Enrekang saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (7/10).
Dia menambahkan dari 243 kasus perceraian gugatan yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Enrekang yang ingin mengakhiri kehidupan rumah tangganya selama 2016, yang diajukan pihak laki-laki sebanyak 39 kasus sementara dari pihak perempuan sebanyak 204 kasus.
“Jadi total keseluruhan perkara baik yang di ajukan pihak laki-laki maupun perempuan selama 2016 sebanyak 243 kasus,”jelasnya.
Menurutnya, penyebab perceraian itu banyak faktornya tapi pemicu utamanya dalah perselingkuhan lewat HP karena begitu mudahnya dalam membangun komunikasi.
“Ada juaga karena fakor ekonomi, perselisihan rumah tangga. Tapi rata-rata kasus yang kami tangani penyebab perceraian itu karena mudahnya mereka berkomonikasi lewat ponsel,”tandasnya.
Untuk mengatasi meningkatnya janda di Bumi
Massenrenpulu, pihaknya berencana akan melakukan sosialisi hukum di masyarakat. Namun hal ini juga terkendala dengan kurangnya personil Pengadilan Agama setempat dan tidak ada biaya operasinal.
“Ini kendala kami, setiap tahun meningkat sementara tenaga teknis semakin berkurang. Kalau bisa PA supaya menerima kembali tenaga-tenaga di daerah yang semakin meningkat kasus perceraianya,”harapnya. (her/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top