Pengantar Galon Tewas Ditombak – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Pengantar Galon Tewas Ditombak

DISITA -- Korban saat berada di TKP dan Puskesmas Amparita beserta barang bukti sebilah mata tombak yang disita polisi.

SIDRAP, BKM — Pagi buta, warga Kelurahan Pajalele Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap sontak digegerkan dengan penemuan jenazah sekitar pukul 05.00 Wita, Jumat (7/10).

Jasad ditemukan sudah membujur kaku dan bersimbah darah tepat di bahu jalan sebelah kanan, jalan Poros Soppeng-Pangkajene.
Korban diketahui bernama Abd Halik (31) warga Desa Lise Kecamatan Panca Lautang Sidrap diduga telah menjadi korban lakalantas.
Saksi mata Laili (40) mengaku menemukan korban sekitar pabrik penggilingan padi milik Lamantik. Diapun melaporkan penemuan korban ke Polsek yang kebetulan berjarak 300 meter dari TKP. Kepala SPK Polsek Tellu Limpoe, Aipda Sukirman bersama Kanit Sabhara Bripka Sutriadi yang menerima informasi laporan meluncur ke lokasi kejadian.
Polisi yang melakukan olah TKP mencurigai jika korban yang sehari-harinya adalah buruh galon air mineral ini, bukan korban lakalantas, melainkan diduga kuat merupakan korban penganiayaan.
Sebab, hasil olah TKP menyebutkan ditubuh Halik, terdapat luka menganga akibat tusukan benda tajam berupa mata tombak yang masih menancap dibagian bawah ketiak kanan korban.
Pernyataan itupula turut dikuatkan hasil visum tim medis Puskesmas Amparita setelah korban berhasil di evakuasi. Dalam hasil identifikasi oleh tim medis dan polisi, menyimpulkan korban tewas di TKP sebelum ditemukan oleh saksi.
Begitupun juga, visum menyebutkan korban mengalami luka tikaman dan tusukan pada bagian depan ketiak sebelah kanan. Selain itu juga ditemukan sebilah besi dengan panjang 21 CM yang masih menancap ditubuh korban.
Unit Intelkam kerjasama Reskrim Polres Sidrap hanya butuh waktu lima jam untuk mengungkap kasus ini. Empat terduga pelaku penganiayaan berhasil diamankan. Mereka yakni La Gega (24), Erling (24), Fandi (24), dan La Mannoang (21).
Ke empatnya warga Kelurahan Amparita dan Toddang Pulu kecamatan Tellu Limpoe dan semuanya adalah buruh pabrik penggilingan padi milik Lamantik.
Kapolsek Tellu Limpoe, AKP Andil membenarkan peristiwa itu. Andil mengaku, hasil lidik telah mengamankan empat terduga pelaku.
“Kasus ini sementara kita tangani dan turut dibackup Reskrim Polres Sidrap,” kata AKP Andil, kemarin.
Kasat Reskrim, AKP Chandra Yudha Pranata menambahkan, kasus ini masih didalami motifnya.
Kesimpulan sementara, sesuai keterangan ke empat pelaku, mereka mengira korban hendak mencuri di area pabrik karena Halik ditemukan masuk ke lokasi pabrik dan sempat masuk ke dalam rumah para buruh pabrik tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 03.30 wita dini hari. Pelaku mengambil tombak dan menusuk korban dan kemudian korban berusaha melarikan diri. Namun hanya beberapa meter korban tersungkur dan meninggal karena kehabisan darah. Ada tusukan dibagian ketiak kanan satu kali, depan dan dua kali di belakang. Ada juga mata tombak masih menancap ditubuh korban,” papar AKP Chandra.
Untuk itu penyidik menetapkan satu tersangka La Gega karena dia melakukan penombakan.
Terpisah, tersangka La Gega mengakui jika dia menombak korban karena sudah masuk ke dalam rumah.
“Saya dibangunkan teman karena ada orang mengendap-endap masuk ke lokasi pabrik dan sempat masuk ke rumah, makanya saya ambil tombak dan langsung menusuknya. Dia memang katanya suka mencuri dan pernah berurusan polisi dengan kasus pencurian di Polsek Panca Lautang,” ujarnya.
“Saya hanya spontanitas menusuk korban karena dia masuk k erumah kami,” pungkasnya. (ady/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top