Sulselbar

Di Toraja, 10 Bulan 10 Kasus Bunuh Diri

FENOMENAL -- Salah satu kasus bunuh diri yang terjadi di Tana Toraja beberapa waktu lalu.

MAKALER, BKM — Mengakhiri hidup dengan cara gantung diri tergolong sadis sebab meninggal dunia secara tidak wajar kini marak terjadi di Toraja.
Kasus ini terbilang cukup fenomenal di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Sebab dalam 10 bulan terakhir yakni per Januari-Oktober 2016 sudah 10 kasus bunuh diri terjadi di kedua wilayah tersebut.
Aparat kepolisian setempat menduga kasus bunuh diri terjadi akibat himpitan ekonomi dan penyakit akut yang tak kunjung sembuh meskipun sudah berusaha melakukan pengobatan secara medis dan tradisional ala kampung.
Kapolres Tana Toraja AKBP Arief Satrio melalui siaran persnya Jumat (7/10) di Makale mengakui sejak Januari hingga Oktober 2016 sudah 10 kasus bunuh diri laporannya diterima pihaknya.
Boleh jadi kasus serupa tidak melapor ke Polres, pahadal diketahui meninggal dunia terjadi karena sudah ajal tidak ada yang disesali dan membawa luka mendalam bagi keluarga.
Namun jika gantung diri atau cara lain bertentangan dengan ajaran agama, tentu menjadi tanda tanya apa dibalik kejadian itu.
Dari 10 kasus yang terjadi baik di Tana Toraja maupun Toraja Utara semuanya laki-laki.
”Pernahkah dibayangkan jika bapak sebagai tulang punggung keluarga pergi untuk selama-lamanya dan pasti berdampak kepada kelangsungan hidup keluarga kedepan,” ujar Kapolres.
Olehnya itu, Kapolres menghimbau masyarakat Tanah Toraja dan Toraja Utara untuk mempertebal iman dan bertawakkal serta menyerahkan diri kepada Sang khalik. ”Ini solusi dalam mengatasi masalah,” tambah Kapolres.
Maraknya kasus bunuh diri di Toraja sangat disayangkan sebab berpengaruh kepada masa depan anak. (gus/D).

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top