Bisnis

Prudential Syariah Siapkan Biaya Pengobatan Rp215 Juta

BKM/CHAERIL PRUDENTIAL SYARIAH -- Yashiru Zuama menjelaskan mengenai berbagai keuntungan yang bakal didapatkan para nasabah Prudential Syariah ketika berkunjung ke kantor Redaksi Harian Berita Kota Makassar, kemarin.

MAKASSAR, BKM — Sebagai perusahaan berbasis syariah yang sudah hadir sejak tahun 2007 di Indonesia dan di dunia pada tahun 1995, PT Prudential Life Assurance terus mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Baik itu dari sisi nasabah maupun jumlah aset. Per 31 Desember 2012, Pru Syariah telah memiliki aset sebesar Rp38,8 triliun. Atau 25,6 persen lebih besar dibandingkan tahun 2011.
Makin berkembangnya Pru Syariah di Indonesia khususnya Makassar, menurut Yashiru Zuama SPi, Unit Hambaliie PT Prudential Life Assurance-Pru Spirit Makassar, saat bertandang ke kantor Redaksi Berita Kota Makassar, tidak terlepas dari kepuasaan yang dirasakan para nasabah saat mereka mengajukan klaim karena sesuatu hal atau saat tutup polis.
”Kami di asuransi Pru Syariah menempatkan para nasabah sebagai raja. Dimana, kami tidak hanya mengajak masyarakat untuk meminimalisir berbagai risiko yang bakal dihadapi. Tapi kami juga membantu para nasabah atau klien untuk memenej keuangannya dalam bentuk investasi berbasis syariah. Dan yang lebih penting lagi dan telah dirasakan manfaatnya banyak nasabah kami adalah ketika terjadi klaim akibat suatu risiko. Jadi para agen siap membantu nasabah tersebut untuk mengurus klaimnya,” jelas Yashiru.
Sesuai tujuannya membantu masyarakat meminimalisir risiko akibat suatu kejadian, aku Yashiru, maka nilai premi yang harus dibayarkan nasabah terbilang cukup terjangkau. Dimana, nasabah cukup membayar premi Rp500 ribu per bulan atau Rp6 juta per tahun, nasabah sudah diback up dengan biaya pengobatan sebesar Rp215 juta per tahun. Tapi jika selama satu tahun itu nasabah tidak mengajukan klaim biaya pengobatan, maka Prudential Syariah akan menyisihkan sekian persen dan ditambahkan ke dalam investasinya.
”Jadi pada tahun pertama hingga kedua, dari premi Rp500 ribu per bulan sebanyak 85 persen dialokasikan untuk asuransi kesehatan dan 15 persennya dialokasikan untuk investasi. Pada tahun ketiga hingga kelima, asuransi kesehatan hanya 15 persen dan investasi 85 persen. Sedangkan mulai tahun keenam hingga kesepuluh atau hingga akhir masa pertanggungan, premi yang dibayarkan nasabah Rp500 ribu seluruhnya dimasukkan seluruhnya ke dalam investasi. Sementara nasabah tersebut tetap diback up biaya pengobatan sebesar Rp215 juta tersebut,” tutur Yashiru seraya menambahkan, dana nasabah yang disetorkan mendapat pengawasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top