Berita Kota Makassar | MTs Negeri Binamu Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional
Uncategorized

MTs Negeri Binamu Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional

BKM/KR KULLE KALUNGKAN SARUNG -- Kepala MTsN Binamu, Jeneponto, Hj Nuraedah mengalungkan sarung lipa sabbe kepada AmrisaL, Darko, dan Hartati yang merupakan tim penilai Sekolah Adiwiyata Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

JENEPONTO BKM – Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Binamu yang terletak di Jalan Latopas Romanga, Binamu, Jeneponto, menjadi perhatian di Bumi Butta Turatea. Sekolah ini mendapat penghormatan luar biasa menerima tamu dari Tim Penilai Sekolah Adiwiyata Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rabu (5/10). Mereka terdiri dari Amrisal, Darko, dan Hartati dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Sulsel.
Ketiganya dikalungi sarung ‘lipa sabbe’ oleh Kepala MTsN Binamu, Hj Nuraedah SPd MPd. Selain itu, para tamu juga disambut adat ‘angngaru’ dan drumband MTsN, sehingga membuat acara makin semarak. Acara ini turut dihadiri Ass Administrasi dan Umum Kakan Kemenag Jeneponto, H Irfan Daming, Kadis Tataruang dan Damkar, H Natsir R Djoha, Kadis Hutbun, Chaidir Lewang, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Muh Arfan Sanre karaeng Tompo.
Hj Nuraedah pada kesempatan tersebut mengatakan, untuk daerah Selatan Selatan Sulsel, hanya tiga kabupaten calon penerima sekolah adiwiyata nasional, yakni Jeneponto satu satunya MTsN Binamu, juga kabupaten Bantaeng dan kabupaten Bulukumba ”Untuk MTsN Binamu sudah lulus berkas untuk nasional. Alhamdulillah sudah datang tim penilai sekolah adiwitata nasional dari pusat, Jakarta. Kalau penilai obyektif, saya yakin MTsN Binamu akan mendapat penilaian sekolah adiwiyata nasional,” jelas Nuraedah.
Kepala KLH Jeneponto, Arfan Sanre, mengatakan, untuk meraih sekolah adiwiyata nasional sangat sulit. Karena selain banyak pesertanya, juga penilaiannya sangat susah. Karena banyak kaidah yang harus dibenahi. Terutama lingkungannya. ”MTsN Binamu sudah lulus verifikasi berkas. Saya juga yakin bisa meraih Adiwiyata. Sekarang, kami dari KLH berusaha keras pada tahun 2016 menyandingkan Adiwiyata Nasional dan Adipura Nasional. Semoga diijabah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa menuju Jeneponto GAMMARA,” katanya.
Sedangkan Ketua Tim Penilai, Amrisal, mengungkapkan, dalam menentukan sekolah adiwiyata nasional bukan sekadar melihat pada kondisi fisik dari sekolah tersebut. Tapi bagaimana terjadi kesinambungan antara guru, siswa, dan orangtua siswa dalam memberikan perhatian kepada lingkungan. Sehingga betul-betul terasa nyaman dan sejuk ketika kita memasuki lingkungan sekolah ini. Dan itu yang saya lihat pada sekolah ini,” jelasnya. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top