Kesbangpol Awasi Praktik Penggadaan Uang di Sulsel – Berita Kota Makassar
Headline

Kesbangpol Awasi Praktik Penggadaan Uang di Sulsel

MAKASSAR, BKM — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel hingga saat ini belum mendeteksi adanya aktifitas-aktifitas mencurigakan yang mirip dilakukan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur. Utamanya di tempat-tempat yang mengatasnamakan padepokan atau pesantren untuk memperdalam ilmu agama.
Kepala Badan Kesbangpol Sulsel, Asmanto Baso Lewa di ruang kerjanya, Kamis (6/9) mengatakan, sejauh ini belum ada laporan yang masuk di mejanya terkait aktifitas padepokan atau tempat-tempat berkedok untuk memperdalam ilmu agama yang digunakan sebagai tempat praktik memperkaya orang dengan cara menggandakan uang.
Sejauh ini, kata Asmanto, Kesbangpol melakukan pendalaman dan semakin intensif mencari apakah di Sulsel juga banyak yang ditemukan seperti di Probolinggo. “Namun sejauh ini belum ada kami dapatkan. Kesbangpol belum dapat info terkait itu,” jelasnya.
Dia percaya jika masyarakat di Sulawesi Selatan lebih realistis dalam menyikapi fenomena aktifitas di luar nalar untuk memperkaya diri. Kalaupun ada yang ditemukan, itu hanya segelintir dan dilakukan secara perseorangan. Apalagi, hingga kini belum ada laporan dari orang-orang yang melapor jika dirinya menjadi korban penggandaan uang untuk memperkaya diri.
Dia mengaku, dalam rapat Komunikasi Intelijen Daerah (Kominda) yang intens dilakukan, belum diendus adanya aktifitas merugikan masyarakat seperti di Probolinggo. Sejauh ini, Kesbangpol semakin intensif dalam melakukan pengawasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Senada dengan Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Abdul Wahid Thahir mengaku pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan jika ada padepokan atau pesantren yang berkedok ingin mendalami agama, namun digunakan untuk praktik-praktik menggandakan uang.
Jika ada yang ditemukan menyimpang dan tidak sesuai dengan akidah agama, pihaknya bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan seluruh instansi terkait bakal turun ke lokasi untuk meluruskan pemahaman-pemahaman dan akidah yang sudah menyimpang tersebut.
Apalagi MUI sudah mengeluarkan fatwa jika praktik-praktik penggandaan uang seperti yang terjadi di Probolinggo adalah haram. Otomatis, Kementerian Agama akan lebih proaktif lagi untuk meluruskan akidah umat jika ditemukan ada yang menyimpang. “Namun hingga saat ini belum ada kami temukan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Prof Armin mengemukakan, sudah menjadi tugas Kesbangpol untuk melakukan deteksi dini terhadap sesuatu yang diindikasikan menyimpang di masyarakat. Itu bertujuan untuk menghindari meluasnya kerugian masyarakat, serta tetap menjaga daerah kondusif.
Ketika ada ditemukan seperti yang terjadi di Probolinggo, berarti ada sesuatu yang tidak rasional dilakukan masyarakat dan itu harus ditindaklanjuti serta ditangani. Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, Kesbangpol harus melakukan tindakan preventif persuasif untuk melindungi masyarakat dari penyimpangan. (rhm/)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top