Elektabilitas Agus Rendah – Berita Kota Makassar
Headline

Elektabilitas Agus Rendah

MAKASSAR, BKM — Jabatan wakil gubernur Sulsel yang disandang Agus Arifin Nu’mang saat ini, ternyata belum mampu mendongkrak elektabilitasnya. Bocoran hasil survei sebuah lembaga awal Oktober ini menempatkannya pada urutan keempat.
Bupati Bantaeng dua periode, Nurdin Abdullah (NA) masih berada di posisi teratas. Disusul Ichsan Yasin Limpo, Rusdi Masse (RMS), Agus Arifin Nu’mang dan Luthfi A Mutti.
Adapun ketua Golkar Sulsel transisi, Nurdin Halid masuk pada posisi ke enam disusul Burhanuddin Andi, Abd Rivai Ras, Akbar Faisal dan La Tinro La Tunrung. Hanya saja bocoran angka hasil survei tersebut tidak ingin dibeberkan, lantaran merupakan pesanan dari seorang kandidat. Hasil survei yang dilakukan Script Survei Indonesia (SSI) beberapa waktu lalu menempatkan Agus di bawah Azis Qahhar Mudzakkar, NA serta Ichsan YL.
Direktur Eksekutif SSI, Yuhardin menilai, penurunan elektabilitas Agus bisa saja terjadi karena kandidat lain juga melakukan kerja-kerja yang ril. “Adapun potensi Nurdin itu merupakan suara pribadi atau personal, sebab belum ada wakil dan partai pengusung. Kalau dia (NA) bergerak di 24 kabupaten/kota dalam tiga bulan ke depan, maka yakin eletabilitasnya akan terus tumbuh,” jelas Yuhardin, Kamis (6/10).
Peneliti dari Indeks Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir menilai sebaliknya. Menurut dia, elektabilitas Agus AN naik dan berpotensi melewati elektabilitas Ichsan YL.
Adapun NA dinilai populer secara nasional sehingga membuat elektabilitasnya tinggi dan mengungguli figur-figur populer di Sulsel seperti Agus dan Ichsan. “Kondisi tersebut tentu menjadi modal berharga bagi NA menatap pilgub,” ujar Suwadi.
Dikatakannya, saat ini popularitas dan elektabilitas NA teratas karena tak lepas dari kerja-kerja yang bagus sebagai Bupati Bantaeng, dan sumber daya yang bagus selaku akademisi. “Itulah modal awalnya menjadi populer. Selain itu, sosok seorang NA dianggap paling tepat melanjutkan buah kerja SYL yang sudah bagus. Sebab NA dianggap seorang visioner, dan memiliki jaringan nasional yang kuat sehingga pembangunan Sulsel bisa terus bergerak maju jika d itangan yang yang tepat,” jelasnya.
Hanya saja, konstelasi pilitik di Sulsel bisa berubah kapan saja,
tergantung kemampuan Agus dan Ichsan, serta kehadiran Nurdin Halid dalam memainkan gerakan politik dan melakukan kerja politik.
“Kemenangan di pilgub sangat tergantung kerja-kerja politik dan dukungan elit partai politik, serta jualan program yang menjanjikan. NA unggul kefiguran namun butuh sokongan politik untuk mengamankan trendnya,” terang Suwadi.
Dosen politik Universitas Bosowa, Dr Arief Wicaksono menilai, adanya kecenderungan elektabilitas Agus rendah, bahkan lebih rendah dari Ichsan dan NA. Karena tentunya yang pertama kali publik pertanyakan adalah kinerja timnya.
“Dalam beberapa survei, Agus sempat mengatakan sesungguhnya dirinya memiliki tingkat popularitas yang cukup tinggi di bawah Syahrul YL. Hal ini terkonfirmasi dari kenyataan bahwa Agus adalah wakil Gubernur Sulsel saat ini yang sudah mendapat restu dari Komandan untuk maju di Pilgub 2018. Namun publik juga mengingatkan bahwa popularitas tentu tidak sama dengan elektabilitas, juga belum tentu menjadi pemenang dalam sebuah kontestasi politik karena politik memerlukan dukungan ril,” tandasnya. (rif)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top