Berita Kota Makassar | Dua Legislator Langgar Tatib Kenakan Jeans
Metro

Dua Legislator Langgar Tatib Kenakan Jeans

MAKASSAR, BKM– Dua legislator dari Fraksi Demokrat tidak mematuhi tata tertib (tatib) saat menghadiri rapat sidang paripurna, Jumat (7/10) di Gedung DPRD Makassar.
Keduanya, Wakil Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan, Susunan Halim dan anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan Daerah, Basdir.
Dalam rapat sidang paripurna dengan agenda pembacaan pemandangan umum Wali Kota Makassar terhadap pandangan Fraksi-fraksi terkait tiga ranperda, kedua legislator tersebut tidak mengenakan seragam Pakaian Sipil Resmi (PSR) secara lengkap sebagaimana diatur dalam tatib DPRD Makassar.
Sugali sapaan akrab Susuman Halim terlihat hanya mengenakan pakaian jas PSR namun bawahannya mengenakan celana jeans, sama halnya dengan Basdir yang tidak mengenakan pakaian lengkap PSR.
Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Makassar, Abdul Wahid mengatakan, di dalam tatib dewan sudah jelas diterangkan terkait seragam yang dikenakan dewan di setiap rapat rapat termasuk rapat sidang paripurna. “Ada tiga pakaian wajib dewan, selain PSR, ada PSL dan pakaian harian. Dalam Tatib tersebut diterankan sanksi dewan yang melanggarnya berupa teguran lisan dan tertulis,” ungkapnya di Gedung DPRD Makassar.
Menanggapi hal itu, Basdir yang dikonfirmasi usai sidang paripurna mengaku tidak ada kesengajaan dirinya untuk berpakaian jeans di rapat terhormat sidang paripurna.
Hal tersebut lantaran tidak adanya informasi atau pemberitahuan sehari sebelumnya bahwa ada agenda rapat paripurna. “Kalau jas kan selalu saya simpan di ruang pribadi dewan Gedung DPRD Makassar, yang masalah ini adalah celana,” ucapnya.
Keseharian Basdir saat berkantor, memang dikenal sebagai legislator yang selalu tampil dengan pakaian sederhana. Basdir berangapan, pada hakikatnya, pakaian legislator tidak berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat, meski dengan pakaian sederhana atau memakai jeans saat rapat yang terpenting adalah bagaimana seorang wakil rakyat memperjuangkan aspirasi warga yang diwakilinya.
Anggota Fraksi PAN, Hamzah Hamid pun mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan tidak ada SMS inbox yang disebar oleh bagian protokol jika Jumat ada agenda rapat, sehingga banyak anggota dewan tidak mengetahuinya dan tidak menyiapkan pakaian PSR sebagaimana yang diharuskan. “Biasanya ada sms inbox , seperti sebelum, sampai sampai tiga kali sehari itu, bahkan pagi juga ada. tetapi ini sudah tidak pernah ada lagi sms,” ujarnya. (ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top