Direktur Pensiun, Pegawai RS Labuang Baji tak Terima Gaji – Berita Kota Makassar
Headline

Direktur Pensiun, Pegawai RS Labuang Baji tak Terima Gaji

MAKASSAR, BKM — Jabatan Direktur Rumah Sakit Labuang Baji saat ini kosong. Direktur rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulsel yang lalu, dr Enrico memasuki masa pensiun per 1 Oktober lalu. Pemprov Sulsel hingga saat ini belum menunjuk pelaksana tugas (plt) untuk mengisi kekosongan tersebut. Akibatnya, sejumlah kebijakan, tugas dan kewenangan direktur yang cukup strategis tidak berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu yang cukup peka adalah persoalan pembayaran gaji pegawai PNS di rumah sakit tersebut. Hingga Jumat (7/10), mereka belum menerima gaji.
Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel tidak bisa mengambil keputusan untuk mencairkan gaji pegawai, karena tidak ada pejabat berwenang yang menandatangani surat perintah membayar (SPM). Persoalan itu dikhawatirkan memicu penurunan kinerja di rumah sakit tersebut.
Sejauh ini, seperti pantauan BKM, Jumat (7/10), aktifitas dan pelayanan di Labuang Baji masih berjalan normal. Namun, berdasarkan informasi salah seorang pegawai yang enggan disebut namanya, jika gaji mereka terus tertunda tanpa ada kepastian kapan dibayarkan, otomatis akan semakin menurunkan kinerja mereka.
Data dari BPKD, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp34.678.956.411,17 untuk kurun waktu satu tahun. Itu sudah termasuk untuk pembayaran gaji pokok dan tunjangan PNS.
Angka tersebut untuk mengcover gaji sebanyak 567 PNS dengan berbagai golongan.
Per bulannya, rata-rata anggaran yang dialokasikan berada pada kisaran Rp2,18 miliar. Untuk bulan September tahun lalu, alokasi gaji untuk pegawai di RSUD Labuang Baji sebesar Rp2,182.356.900. Dengan perincian masing-masing untuk pembayaran gaji golongan I dengan jumlah pegawai delapan orang, alokasinya Rp18.558.700.
Untuk golongan II dengan jumlah pegawai 137 orang, alokasi gaji yang dibayarkan sebesar Rp382.831400. Golongan III dengan jumlah pegawai 295 orang, dianggarkan Rp1.099.882.900. Dan untuk pembayaran gaji golongan IV dengan jumlah pegawai 127 orang, alokasi anggarannya sebesar Rp681.083.900.
Untuk bulan Oktober ini, alokasi gaji yang dibayarkan untuk PNS di RS Labuang Baji sekitar Rp2.174.744.300. Berkurang sekitar Rp7 juta dibanding pembayaran gaji bulan September, karena gaji dr Enrico sudah tidak masuk lagi dalam daftar yang dibayarkan.
Menurut Kepala BPKD, Andi Arwien Azis, untuk pencairan anggaran, BPKD sepenuhnya mengikuti mekanisme yang ada. Jangan sampai ada kesalahan dan menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Sebenarnya, SPM untuk bulan Oktober dari RS Labuang Baji sudah diajukan ke BPKD. Namu karena tidak ditandangani oleh pejabat yang berwenang, sehingga dikembalikan lagi.
“Kami menunggu ada pejabat berwenang, dalam hal ini Pelaksana Tugas Direktur Labuan Baji menandatangani berkas baru bisa ada pencairan. Karena yang berhak untuk menandatangani SPM adalah pejabat berwenang atau pelaksana tugas yang ditunjuk,” terang Arwien.
Menyikapi persoalan itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang berjanji akan segera menginstruksikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Latif untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Dia juga akan segera mengecek seperti apa keadaan di RSUD Labuang Baj saat ini. Agus sangat menyadari jika melaksanakan kerja-kerja administrasi butuh kehati-hatian. Dia berharap hari Senin sudah ada solusi dari permasalahan tersebut.
Sementara itu, kepada seluruh pegawai dan karyawan di rumah sakit tersebut, Agus meminta agar tetap memberi pelayanan maksimal kepada seluruh pasien karena itu sudah menjadi tugas utama mereka.
“Secepatnya kita akan tangani. Pelayanan harus tetap jalan karena itu sudah kewajiban. Haknya nanti kita selesaikan. Semoga Senin sudah tertangani,” imbuh Agus.
Sementara itu, Sekprov Sulsel Abdul Latif yang ingin dikonfirmasi seputar persoalan tersebut tidak berada di Makassar. Ponsel miliknya yang dihubungi juga tidak aktif. Informasi yang diperoleh, Sekprov Abdul Latif sedang berada di luar kota. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top