Headline

BOS Rp115 Juta Dicuri dari Ruang Kepsek

MAKASSAR, BKM — Aksi pencurian terjadi di SMA Negeri 1 Makassar, Jalan Gunung Bawakaraeng nomor 53. Pelaku beraksi di dalam ruang kepala sekolah dan membawa kabur uang sebesar Rp115 juta. Peristiwa ini terjadi selang beberapa hari setelah kamera pengintai CCTV (Closed Circuit Television) diganti.
Hanya saja, aksi pelaku tak terekam CCTV. Sebab meski telah dipasang sepekan lalu, alat untuk menyimpan rekaman tidak ada.
”Disitu kendalanya, karena tidak tidak ada rekaman CCTV saat pelaku beraksi. Alat perekamnya sudah terpasang, tapi untuk menyimpan rekaman tidak ada. Kamera CCTV sudah kami ganti pekan lalu,” terang Kepala SMAN 1, Abdul Hajar, kemarin.
Menurut kepsek, uang Rp115 juta yang dibawa kabur pelaku sebelumnya disimpan oleh bendahara sekolah di dalam brankas. ”Uang dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) disimpan bendahara dalam brankas. Tidak ada dokumen penting di dalamnya,” ujar Abdul Hajar.
Diperkirakan, pelaku melakukan aksinya, Kamis (6/10) pukul 04.00 Wita. Pelaku masuk ke dalam ruang kepsek setelah membobol jendela ruangan.
Salah seorang security SMAN 1, Saparuddin (44) menuturkan, pada tengah malam dirinya sempat tertidur di ruang wakil kepala sekolah (wakasek). Ruang ini bersebelahan dengan ruang kepsek.
Saparuddin terbangun ketika hendak buang air kecil sekitar pukul 03.00 Wita. Setelah keluar dari WC yang ada di dekat ruang kepsek, ia kemudian berkeliling mengecek situasi sekolah. Saat itu situasi aman dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan.
Setelah satu jam lebih berkeliling, Saparuddin kembali masuk ke ruang wakasek. Selanjutnya ia keluar ruangan untuk wudhu guna menunaikan salat subuh.
”Saat itu saya melihat pintu utama sekolah terbuka. Saya kemudian langsung naik ke lantai atas memeriksa ruang tata usaha. Ruangannya masih terkunci,” kata Saparuddin.
Diapun kemudian bertanya ke penjaga sekolah bernama Dg Ngalle. ”Siapa yang buka pintu utama?” tanya Saparuddin ke Dg Ngalle. ”Bukan saya,” jawab Ngalle.
Saparuddin langsung curiga telah terjadi sesuatu. Diapun bergegas mengecek ruangan yang ada. Alangkah terkejutnya ketika ia mendapati beberapa kaca nako jendela ruang BK (Bimbingan dan Konseling) sudah terbuka. Lewat jendela ruang BK itulah pelaku diperkirakan masuk ke dalam ruangan kepsek.
Sesaat kemudian, sekitar pukul 06.30 Wita, Saparuddin langsung menghubungi kepala sekolah melalui handphone untuk menyampaikan kejadian ini. Hanya saja HP kepsek tidak aktif.
Diapun kemudian berinisiatif mendatangi rumah kepsek. Namun Saparuddin tak bertemu. Akhirnya dia kembali ke sekolah dan bertemu dengan seorang guru bernama M Yusuf. Kepada M Yusuf, Saparuddin menceritakan apa yang telah terjadi.
Tidak lama kemudian Agustinus, seorang staf sekolah datang. Mereka lalu bersama-sama mengecek kondisi ruang kepsek. Ternyata brankas berukuran 60×60 cm yang disimpan di ruangan kepsek telah hilang.
Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bontoala. Polisi langsung datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan.
Kanit Reskrim Polsek Bontoala, Iptu H Ramli JR mengkonfirmasi kebenaran peristiwa pencurian tersebut. ”Brankas berisi uang yang ada di ruang kepsek dibawa kabur pelaku. Kerugian diperkirakan Rp115 juta. Kita masih mengembangkan kasusnya dengan meminta keterangan saksi-saksi,” terang H Ramli.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di ruangan kepsek, ditemukan beberapa lembar kaca nako yang sudah terbuka. Diduga pelaku membuka secara paksa kaca jendela tersebut dengan mencongkel memakai obeng dan tang.
Setelah itu, pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang, masuk ke dalam ruangan kepsek dan mengobrak-abrik laci meja mencari barang-barang berharga. Namun tak membuahkan hasil.
Kecuali satu brankas yang tersimpan di sudut ruangan. Benda tersebut langsung dibawa dan dikeluarkan melalui jendela.
”Diduga pelaku sudah memantau situasi ruang kepala sekolah,” kata AKP Ramli. Laporan kasus ini kemudian diserahkan ke Polrestabes Makassar untuk ditangani. (ish-jul/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top