Wahab Kembali Serang Aru – Berita Kota Makassar
Politik

Wahab Kembali Serang Aru

MAKASSAR, BKM–Jabatan ketua DPRD Makassar yang saat ini masih diduduki Farouk M Betta kembali diusik oleh rekan sejawatnya di Fraksi Golkar, Abdul Wahab Tahir. Hari ini Wahab kembali menyerang Aru untuk siaga dan bersedia melepaskan jabatan tersebut untuk dinahkodai oleh Wahab.
Bahkan Legislator Fraksi Golkar, Wahab sempat memperlihatkan surat perjanjian bagi jabatan yang ditandatangani langsung Farouk diatas materai 6000 di dalam Handphonenya. Hanya saja Wahab menolak agar perjanjian tersebut diperlihatkan ke publik. “Ada saatnya surat perjanjian ini saya perlihatkan kepublik, tinggal menghitung bulan lagi. Kalau kemarin keyakinan saya menjadi ketua DPRD baru 50 persen, sekarang sudah mencapai 1000 persen,”ujar Wahab di gedung DPRD Makassar, Selasa (4/10).
Wahab sejak lama telah mengingatkan Aru akan perjanjian tersebut. “Saya akan terus ingatkan, agar Aru tidak lupa, Januari tanpa diminta, saya akan betul-betul mengeluarkan surat perjanjian yang kami tandatangani,”singkatnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, masa jabatan Aru hanya akan berlangsung selama dua setengah tahun, sementara setengah periode berikutnya akan dilanjutkan oleh Wahab berdasarkan isi dari surat perjanjian. ” Tepatnya bulan Maret jabatan Aru sudah berakhir berdasarkan perjanjian, jadi ini tinggal beberapa bulan lagi,” ucapnya.
Sebelumnya Aru mengaku tidak pernah merasa menandatangani surat perjanjian apapun dengan Wahab. Ia juga tidak pernah merasa menandatangani perjanjian bagi jabatan dua setengah tahun dengan siapapun. “Kalau ada perjanjian itu, silahkan diperlihatkan. Biar publik tau siapa yang berbohong dan organisasi juga bisa langsung memprosesnya,”ujara Aru saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu
Menurut Aru, selama ini dirinya tidak pernah merespon pemberitaan soal bagi jabatan tersebut karena menganggap perjanjian yang dimaksud Wahab memang tidak pernah ada. Selain itu, Aru mengatakan, bagi jabatan tidak pernah ada dalam ketentuan organisasi partai Golkar.
Lanjutnya, Surat Keputusan(SK) yang ditandatangani Ketua DPP Golkar, Aburizal Bakrie dengan Sekjen Idrus Marham tertulis masa jabatan dirinya 2014-2019. Andaipun ada yang dimaksud Wahab adalah perjanjian pribadi, ketentuan organisasi masih jauh lebih tinggi. “Tidak ada dinyatakan setengah periode apalagi bagi jabatan tidak pernah ada dalam ketentuan organisasi partai Golkar,”jelasnya. (ita/rif)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top