SYL Punya Black King Street, La Bolong Bisa Bernyanyi – Berita Kota Makassar
Headline

SYL Punya Black King Street, La Bolong Bisa Bernyanyi

DALAM kurun waktu beberapa bulan terakhir, motor skuter matic (skutik) keluaran Yamaha, NMAX ramai mengaspal di jalan Kota Makassar. Berbeda dengan skutik-skutik sebelumnya, NMAX seolah menjawab keinginan masyarakat yang menginginkan model skutik yang terlihat sedikit garang namun tetap praktis dikendarai.

Laporan: Rahmawati Amri

BERBICARA soal harga, Yamaha NMAX terbilang lebih mahal dibanding skutik lainnya yang lebih dulu mengaspal. Meski begitu, kehadiran kendaraan roda dua berbodi bongsor tetap mencuri perhatian masyarakat.
Tak terkecuali di kalangan pejabat, khususnya di Pemprov Sulsel. Bahkan, demam NMAX juga menjangkiti orang nomor satu di Sulsel.
Yah, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo termasuk salah satu dari sekian banyak yang mengoleksi NMAX. Secara khusus, Syahrul menamakan skutiknya itu Black King Street.
Sesuai namanya, skutik milik Gubernur Sulsel berwarna hitam, full modifikasi. Artinya, sudah banyak sentuhan diberikan pada sang Black King Street.
Kendaraan itu kerap menemaninya ketika memanfaatkan waktu libur dengan menjajal sejumlah rute. Salah satunya, ketika melakukan touring ke Kabupaten Takalar, sehari sebelum peringatan Hari Koperasi tingkat Provinsi Sulsel belum lama ini. Selain mengajak kepala SKPD, Syahrul juga biasa didampingi orang-orang yang cukup dikenal berada di ring satu Sang Komandan.
Black King Street juga kerap digunakan untuk touring atau keliling Kota Makassar. Sesekali, Syahrul menggelar touring dengan mengajak komunitas NMAX bentukan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).
Mantan Bupati Gowa dua periode itu selalu terlihat enjoy ketika menunggungi motor berkapasitas 150 cc itu. Dengan menggunakan atribut pelengkap berkendara seperti gel, jaket dan kacamata hitam, Syahrul terlihat sangat cool dan keren ketika menunggangi Black King Street.
Mengikuti Sang Komandan, sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Sulsel juga menggeluti hobi tersebut. Salah satunya adalah Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Sulsel, Andi Bakti Haruni.
Lelaki asal Kabupaten Bone ini bukan sekadar mengikuti jejak Sang Komandan mengoleksi NMAX. Namun murni karena ketertarikannya pada motor skutik tersebut. Bahkan, dia termasuk salah satu pejabat pemprov yang cukup aktraktif memperkenalkan tunggangannya tersebut. Baik kepada pejabat lain, hingga kepada wartawan.
Dia menamakan kendaraannya La Bolong, karena warnanya yang hitam pekat. Sudah tiga bulan terakhir, Andi Bakti memiliki La Bolong.
Alasannya ‘jatuh cinta’ pada La Bolong karena kendaraan tersebut sangat fleksibel untuk dimodifikasi. “Jadi konsep motornya hitam pekat,” ungkapnya.
Dia termasuk salah satu pengoleksi NMAX yang cukup all out mendandani tunggangannya. Namun, dalam mempercantik La Bolong, Andi Bakti juga tetap memperhitungkan safety dan comfort alias keselamatan dan kenyamanannya.
Dia mengklaim jika La Bolong cukup tangguh namun tetap modis. Bahkan sudah cukup dikenal di kalangan NMAX mania.
“Malah pernahmi jadi bintang iklan,” katanya bercanda.
Dalam memodifikasi La Bolong, Andi Bakti sangat teliti mempertimbangkan fungsi dan keasriannya. Tak tanggung-tanggung, Andi Bakti melengkapi La Bolong dengan helm pengaman yang sudah menggunakan lampu dan dihubungkan dengan lampu sign untuk belok kiri dan kanan. Termasuk melengkapinya dengan lampu peringatan untuk berhenti alias setop.
“La Bolong juga sudah bisa bernyanyi,” kata Andi Bakti.
Maksudnya, NMAX miliknya sudah dilengkapi dengan sound system JBL. Untuk menghidupkan skutik itupun, tak cuma bisa dilakukan secara manual, namun juga dengan menggunakan remote kontrol.
Untuk modifikasi La Bolong, Andi Bakti enggan membocorkan berapa rupiah yang telah dirogoh dari koceknya. Namun, dia mengklaim jika uang yang dikeluarkan masih cukup terjangkau. Apalagi dalam modifikasi, dia melakukan secara mandiri dibantu seorang ponakan yang cukup ahli dibidang itu.
“Kebetulan saya suka hunting cari varian dan peralatan yang murah, cocok, dan terjangkau dari sisi pembiayaan,” ujarnya.
Jika ada waktu luang, La Bolong kerap dibawanya jalan-jalan. Baik dalam maupun ke luar kota, seperti Bilibili dan Barombong. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top