Dua Wanita Bersaudara Mengaku Korban Penipuan – Berita Kota Makassar
Headline

Dua Wanita Bersaudara Mengaku Korban Penipuan

MENJELANG proses penggeledahan oleh tim Polda Jatim dan Polda Sulsel di rumah almarhumah Hj Najmiah, dua orang wanita paruh baya tiba-tiba datang. Mereka adalah kakak beradik. Masing-masing Hamsina Marolla Dg Nurung dan Nurbia Marolla Dg Kinang. Hamsina saat ini bermukim di Antang, Kecamatan Maggala, Makassar dan Nurbia Dg Nurung, warga Barembeng, Kabupaten Gowa.
Kedatangannya langsung mengundang perhatian. Apalagi mereka mengaku sebagai korban dugaan penipuan yang dilakukan Hj Najmiah.
Dari penuturannya, terungkap jika mereka memiliki berkas tanah seluas 4 hektare yang dipegang Hj Najmiah sebelum meninggal. Lokasinya terletak di Desa Borikamase, Kabupaten Maros.
”Berkas tanah kami diambil sejak tahun 1987. Alasannya waktu itu dia ingin membelinya. Karenanya kami datang, sebab setahu saya yang digeledah polisi termasuk berkas surat tanah kami yang ada di rumah ini,” kata Hamsina.
Persoalan tersebut mencuat ketika Hj Najmiah berencana membeli tanah milik mereka. Namun belakangan diketahui berkas surat tanah tersebut digadai di bank.
”Itu terjadi setelah adik saya (Nurbia Marolla) menikah. Bapak saya kenal dengan Hj Najmiah. Dia biasa meminta tolong kepada bapak saya. Karena waktu itu Hj Najmiah mau membeli tanah di sekitar rumah bapak saya, dan bapak saya yang sering mengantarnya,” terang Hamsina lagi.
Kesempatan itu dimanfaatkan Hj Najmiah dengan menyampaikan keinginan membeli tanahnya seluas 70 hektare. ”Bapak saya kemudian diantar suami adik saya menyerahkan surat-surat tanahnya yang asli. Namun belakangan diketahui surat-surat tanah itu telah digadaikan di bank,” jelas Hamsina.
Hal itu terungkap ketika suami Nurbia yang seorang guru hendak disuruh menandatangani berkas di bank. Namun ia tak berani melakukannya. Begitupun dengan ayahnya, tidak bersedia bertandatangan. Keduanya langsung pulang.
Sebenarnya, Hamsina dan Nurbia kerap mendatangi Hj Najmiah untuk menagih pembayaran tanah mereka. Namun keduanya hanya selalu dijanji.
Disebutkan, jika dihitung dengan nilai uang sekarang, harga lahan miliknya sebesar Rp700 miliar. Jika tak ada pembayaran, mereka mengancam akan melapor ke Polda Sulsel karena merasa telah ditipu sejak 20 tahun silam.
Belakangan mereka menduga kalau surat-surat tanah tersebut juga diserahkan oleh Najmiah ke Dimas Kanjeng Taat Pribadi. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top