Tiga Terdakwa Korupsi Gudang Non SRG Selayar Dituntut 2,6 Tahun Penjara – Berita Kota Makassar
Kriminal

Tiga Terdakwa Korupsi Gudang Non SRG Selayar Dituntut 2,6 Tahun Penjara

MAKASSAR, BKM — Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gudang penampungan (Non SRG) Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Selayar dituntut hukuman pidana 2,6 tahun penjara, denda Rp90 juta subsidaer 4 bulan kurungan.
Proyek tersebut menggunakan anggaran APBD Pemkab Selayar, tahun 2013 sebesar Rp1,8 miliar.
Ketiga terdakwa yang dihadirkan dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Andi Ansar Majid, yaitu, Direktur PT Arya Mulya Panca, Andi Ratna, Konsultan Pengawas, Pabengari dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Iskandar.
“Ketiga terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi, secara bersama-sama,” tegas Jaksa Penuntutan Umum (JPU), Juniardi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Senin (3/10).
Juniardi dalam tuntutannya dipersidangan, menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman pidana 2,6 tahun penjara, denda Rp90 juta subsidaer 4 bulan kurungan.
Selain Hukuman penjara, Direktur PT Arya Mulya Panca, juga dibebankan untuk mengganti kerugian negara sebesar Rp963 juta. Bila terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti kerugian tersebut, maka akan diganti dengan pidana selama 4 bulan penjara.
“Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 KUHP,” kata Juniardi.
Ketiganya kata Juniardi, dinilai telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Ketiga terdakwa dalam kasus ini, didakwa bersalah karena telah melakukan rekayasa progres pekerjaan.
Dengan modus merekayasa laporan bobot progres pekerjaan 70 persen. Namun fakta dilapangan menemukan bila progres pekerjaan proyek tersebut, hanya rampung 50 persen, tapi progres pekerjaan tersebut telah dibayarkan 70 persen.
Selain itu juga pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan perkerjaan hingga batas waktu yang telah ditentukan. Akibatnya perbuatan terdakwa kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, menemukan kerugian negara sebesar Rp963 juta.
Hal yang memberatkan kata Juniardi dalam tuntutannya di persidangan, bahwa terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa karena, ketiganya tidak pernah terjerat kasus pidana, selain itu juga selama persidangan selalu bersikap sopan dan kopratif. (mat-drw)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top