Sempat Tertahan Sepekan, Ibu dan Bayinya Dibolehkan Pulang – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Sempat Tertahan Sepekan, Ibu dan Bayinya Dibolehkan Pulang

MAROS, BKM — Rudi (22) dan istrinya Nur Ani (26), warga dusun Bulukatoang, desa Bontobulu, kecamatan Tanralili, sudah boleh bernafas lega. Pasalnya, istri dan anaknya sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya, Senin (3/10) kemarin. Padahal, selama lebih dari sepekan Nur Ani dan anaknya Nur Fadillah tidak diperbolehkan pulang pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros karena tidak mampu membayar biaya operasi sebesar Rp15 juta.
Dibolehkannya Nur Ani dan bayinya pulang setelah seorang legislator DPRD Maros dari Komisi III, Hermanto, menjadi jaminan untuk permasalahan administrasi selama berada di rumah sakit. Saat ditemui di rumah sakit, Hermanto mengatakan, selaku wakil rakyat ia memiliki tugas utama untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan. Bahkan, ia yang menjadi jaminan administrasi supaya Nurani dikeluarkan.
”Saya kesini mulai Minggu malam kemarin. Dan hari ini, saya datang jam delapan. Saya datang untuk mengklarifikasi kebenaran administrasi Rp15 juta itu,” ujarnya.
Legislator Gerindra ini melanjutkan, Nur Ani memang tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Begitu pula KTP dan KK juga hilang. Hal tersebut menyebabkan, Nur Ani harus lewat umum. Meski begitu, pihak rumah sakit memberikan kesempatan tiga hari kepada Ani mengurus berkasnya tersebut selama tiga hari untuk menggunakan jaminan kesehatan.
Namun hingga batas tersebut, berkasnya juga belum rampung sehingga diberikan lagi waktu sampai berkasnya selesai. Setelah selesai, Nur Ani dibolehkan meninggalkan rumah sakit. ”Pihak rumah sakit memberikan kesempatan untuk mengurus berkasnya. Makanya, ia tinggal sementara disini. Apalagi balitanya juga demam,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Hermanto dari bagian administrasi, petugas medis tidak pernah meminta uang Rp15 juta sebagai biaya persalinan. Hermanto curiga ada oknum yang memanfaatkan situasi tersebut untuk meminta uang. Hal ini disebabkan, tak satu pun bagian administrasi yang telah menghitung biaya Nur Ani.
”Saya sudah bicara kepada kepala administrasinya. Katanya, ia tidak pernah meminta uang Rp15 juta. Bahkan ia juga tidak tahu, berapa jumlah pengeluaran rumah sakit untuk Nur Ani,” ujarnya.
Permintaan Rp15 juta tersebut dilakukan oknum padahal belum waktunya pasien tersebut keluar rumah sakit. ”Kecurigaan saya semakin kuat, itu dilakukan oknum karena terlebih dahulu meminta biaya, padahal belum waktunya Nur Ani keluar. Apalagi bagian adiminstrasi tidak mengetahui rincian biaya,” ujarnya.
Ia meminta kepada rumah sakit untuk mensosialisasikan supaya tidak percaya dengan oknum yang meminta bayaran. Warga diminta tidak percaya dan terpengaruh dengan oknum tersebut. Hermanto mengatakan, kejadian sama akan terulang lagi jika tidak segera bersosialisasi dan memberikan pemahaman kepada warga.
”Pihak rumah sakit perlu sosialisasi bahwa ada oknum yang bermain. Jangan terpengaruh dengan oknum. Memang sangat rawan munculnya oknum itu,” ujarnya. Hermanto meminta kepada pasien supaya langsung menanyakan masalah pembayaran ke kepala administrasi kebidanan RS Salewangan. (ari/mir/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top