Headline

Obsesi Miliki Hotel Sendiri

UNTUK bercerita tentang pengalaman dan pahit getirnya kehidupan hingga meraih sukses seperti sekarang, tidak cukup jika waktunya hanya sehari. Anggiat Sinaga punya banyak bahan yang tak akan pernah habis dibicarakan.

Laporan: Arif Alqadri

SUKA dan duka telah ia lalui sejak merintis karir. Apa yang telah dilaluinya, oleh Anggiat dijadikan spirit dan motivasi dalam membangun kepercayaan.
Sebaliknya, pencapaiaannya saat ini tidak membuatnya berpuas diri dan bangga. Apalagi sombong. Semuanya mengalir apa adanya.
Dia mengaku akan merasa puas ketika mampu mengembangkan bisnis perhotelan di Makassar menjadi lebih baik. Juga meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini, sehingga tingkat hunian hotel semakin tinggi.
Karenanya, diapun berusaha membantu pemerintah dengan melahirkan hotel operator profesional dari kawasan timur Indonesia. Anggiat menduduki posisi Chief Executive Officer (CEO) Phinisi Hospitality, yang di dalamnya tergabung lima hotel, masing-masing Grand Clarion, The Rinra, Quality, Grand Clarion Kendari dan Dalton Hotel.
Kehadiran Phinisi Hospitality Group diharapkan mampu mengatur dengan baik hotel yang masuk dalam group maupun yang diluar group, untuk berkembang dan bersaing dengan bisnis serupa yang ada di luar Sulawesi.
“Kita tidak hanya mengatur hotel yang merupakan milik kita. Tetapi kita juga mengatur hotel yang bukan milik kita. Sehingga kesannya kita tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu membuktikan jika hotel milik orang lain mampu ikut kita kembangkan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dijelaskan Anggiat, Phinisi Hospitality Group merupakan perusahaan konsultan yang membantu para investor dari luar negeri dalam menghadirkan hotel yang dikelola dengan profesional dan layak untuk dinikmati oleh para pengunjung.
Meski hotel operator profesional di Indonesia dikenal kiblatnya di Jakarta dan di luar negeri, namun Kota Makassar kini menjadi kiblat perhotelan di kawasan Timur Indonesia. Tidak heran jika kini hadir hotel-hotel berkelas, di mana para petingginya merupakan asli Makassar.
“Alasan kenapa kita melahirkan hotel operator profesional, karena kami memiliki aspek profesionalisme dalam mengelola hotel menjadi baik. Salah satu buktinya adalah Quality Hotel. Di tahun 1997 ketika ekonomi Indonesia bersoal, hotel yang dikelola orang asing itu tidak dapat menjamin keberlanjutan operasional hotel. Bahkan terancam bangkrut. Saya kemudian diminta untuk Quality Hotel, yang pada akhirnya naik dan berkembang menjadi lebih baik seperti sekarang. Termasuk beberapa hotel lain yang ada di Makassar,” ucapnya.
Besar di bisnis hotel, pria yang hobi olahraga bulutangkis ini punya obsesi yang sampai saat ini masih terus diupayakan untuk diraihnya. Ia ingin memiliki hotel sendiri yang berlokasi di Makassar, meski hanya menyediakan sedikitnya 40 kamar.
Dengan hotel itu, Anggiat ingin memberi kesempatan kepada orang lain meraih kesuksesan seperti dirinya. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top