Politik

JSI: SK-HD Harus Bekerja Ekstra

KENDATI pencoblosan di Pilbup Takalar masih menyisakan waktu sekitar empat bulan lagi, namun peta kekuatan pasangan sudah bisa terbaca.
Mengacu pada survei dan analisa Jaringan Suara Indonesia (JSI), pasangan penantang Samsari Kitta-Ahmad Dg Se’re (SK-HD) harus bekerja ekstra untuk bisa menaklukkan duet petahana Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng).
Pasalnya, kekuatan Bur-Nojeng saat ini masih berada di posisi teratas. “Soal angkanya kami tidak bisa publish. Tapi posisinya, incumbent memang masih unggul per hari ini,” kata Supervisor Pemenangan JSI, Arif Saleh, Senin (3/10).
Meski demikian, posisi tersebut masih memungkinkan berubah, termasuk mengalami penurunan. Apalagi, angka swing voters masih dikisaran di atas 10 persen.
Menurut Arif, jika SK-HD bisa meyakinkan pemilih dengan program yang ditawarkan, termasuk punya cara kemasan sosialisasi yang tepat sasaran, maka peluang meningkatkan elektabilitasnya sangat terbuka.
Sebaliknya, jika program dan sosialisasinya cenderung normatif, maka mimpi pasangan yang diusung koalisi PKS-Nasdem serta didukung PKB merebut kemenangan akan sulit tercapai. Ditambah lagi, duet petahana punya jualan program yang sudah dibuktikan selama menjabat. “Kalau Samsari menawarkan Berua Baji, maka tugas dan timnya harus benar-benar meyakinkan pemilih sekaligus merasionalkan programnya. Karena biasanya masyarakat sulit lagi dipengaruhi kalau kepuasannya terhadap incumbent itu tinggi. Jadi memang harus bekerja ekstra dan programnya punya pembeda yang bisa diterima masyarakat,”urai Arif.
Selain itu, Dg Se’re masih harus berjibaku mengamankan basis keluarganya. Alasannya, ipar Dg Se’re yang tak lain rivalnya sendiri, Nojeng diyakini akan membentengi diri, atau berusaha tidak memberi ruang mengganggu basis keluarga atau loyalis orang tuanya, mantan Bupati Ibrahim Rewa.
Lalu bagaimana kemungkinan lain terjadinya penurunan dukungan ke petahana? Arif menyebut, salah satunya bisa disebabkan dari internalnya sendiri, terutama bila kekuatan besar tim koalisi yang dimiliki tidak solid atau tidak tidak maksimal dalam menggerakkan mesin politiknya.
“Koalisi besar itu bukan jaminan. Bisa justru merugikan kalau tidak dikelola baik-baik. Apalagi kalau sampai petahana over convidence,” pungkasnya. (rif)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top